Denpasar – Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati mendapatkan prestasi dan pendanaan dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, serta Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Tahun 2024.

Tim PKM Riset Eksakta terdiri dari Kadek Ricka Yustisia (Ketua Tim), Gusti Ayu Satya Amrita Prasanti; Ni Ketut Diah Pradnya Pratiwi; Luh Ayu Werdhi Ika Putri, dan Dwi Wardani Putri (Anggota Tim) dengan dosen pembimbing Bapak Dr. apt. Ketut Agus Adrianta, M.Biomed., berhasil mengembangkan sediaan kosmetika berupa masker clay stick berbasis daun nangka.

Kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah negara beriklim tropis dan sangat penting untuk dapat merawat kesehatan kulit dari paparan sinar matahari. Salah satu cara merawat kulit yaitu dengan menggunakan produk yang mampu mencegah terjadinya kerusakan pada kulit yang menyebabkan terbentuknya kerutan.

Baca Juga  Tim Fakultas Farmasi Unmas Denpasar Kembangkan Media Edukasi Pencegahan Demam Tifoid bagi Disabilitas Sensorik Netra

Semua orang pasti takut akan terjadinya kerutan yang disebabkan karena paparan sinar uv yang berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada kulit. Tapi tidak usah cemas!, Arlus Clay mask Tim PKM-RE UNMAS Denpasar memiliki solusi dengan memanfaatkan daun nangka, sehingga mencegah terjadinya kerutan. Hasil riset juga menyimpulkan bahwa produk memiliki proteksi ultra yang efektif sebagai proteksi atas paparan sinar UV.

Sebelum dilakukan formulasi masker clay stick anti wrinkle, terlebih dahulu dilakukan serangkaian pengujian laboratorium terhadap bahan baku tumbuhan, analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi senyawa-senyawa bioaktif yang berpotensi berperan dalam menghambat proses penuaan dini pada kulit. Proses ini merupakan tahap krusial dalam pengembangan formulasi untuk memastikan efektivitas dan keamanan produk akhirujar Diah selaku anggota tim.

Baca Juga  FF Unmas Denpasar Ciptakan Audiobook Kenali Hipertensi bagi Penyandang Disabilitas

Produk Masker Clay Stick Daun Nangka kami telah melalui serangkaian uji in vivo, uji efektivitas, dan uji mutu fisik yang ketat, serta uji efek toksik akut dermal untuk memastikan keamanan yang optimal. Dengan proses pengujian yang komprehensif ini, kami menghasilkan produk yang tidak hanya aman dan berkualitas tinggi, tetapi juga secara efektif memberikan perlindungan dari tanda-tanda penuaan seperti kerutan ujar Ricka selaku Ketua Tim.

Gekya selaku anggota tim juga menuturkan bahwa masker dalam bentuk stick ini tidak hanya memberikan keunggulan dalam menjaga kebersihan produk tetap terjaga, tetapi juga sangat praktis untuk dibawa bepergian. Dengan aplikasi yang mudah dan cepat, produk ini memberikan kemudahan yang optimal dalam merawat kulit wajah dengan hasil yang memuaskan.

Baca Juga  Tim FF Unmas Denpasar Beri Pelatihan Pencegahan Penyakit Degeneratif dan Hiperurisemia bagi Disabilitas

Dengan prestasi ini, Arlus Clay mask Tim PKM-RE merasa sangat bangga atas prestasi yang diraih. Usaha yang dilakukan selama ini membuahkan hasil yang baik.

“Besar harapan kami inovasi ini dapat dikembangkan selanjutnya dan dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat secara langsung,” ujar Werdhi dan Wardani selaku anggota tim.