Denpasar – Salah satu penumpang disabilitas Trans Metro Dewata, Vinsensius (39) mengaku kecewa lantaran transportasi publik yang telah beroperasi sejak 2020 ini diberhentikan per 1 Januari 2025 kemarin.

“Kami tuna netra sangat senang menggunakan Trans Metro Dewata. Sebagai penyandang disabilitas kami sangat senang karena selama bekerja jadi tukang pijat keliling menggunakan bus Trans Metro Dewata. Hari ini kami kecewa karena busnya diberhentikan, pekerjaan kami sangat sulit jadinya,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Terminal Ubung, kamis (2/1/25).

Vinsensius menuturkan, sebagai terapis pijat dirinya menggunakan layanan TMD setiap hari untuk mendatangi pelanggan. Selain karena tarifnya yang murah, Vinsensius menilai TMD merupakan transportasi publik yang ramah disabilitas.

Baca Juga  Koster dan 4 Kepala Daerah Sepakat Danai Trans Metro Dewata Rp56,3 Miliar 2026

“Sangat ramah dan pelayanannya sangat bagus untuk kami. Kami harap kedepannya bus ini bisa beroperasi kembali biar pekerjaan kami lancar kembali,” tambahnya.

Pemberhentian TMD bagi Vinsensius memiliki dampak yang signifikan sebab dirinya kini terhalang untuk melakukan mobilisasi jarak jauh.

“Biaya naik TMD murah sekali, sangat murah dan karena kami penyandang disabilitas, kami punya kartu khusus kenanya cuma Rp2 ribu. Jadi sangat membantu. Kami mohon supaya segera ditindaklanjuti agar pekerjaan kami bisa dilancarkan,” imbuhnya.

Pria asal Flores ini mengaku terpaksa akan beralih menggunakan ojek online. Namun, dirinya mengatakan kewalahan sebab akan merogoh kocek lebih untuk biaya transportasi sehari-hari.

“Kita keliling Bali memenuhi layanan pijat, sampai Nusa Dua. Setiap dipanggil kita tinggal jalan. Sekarang kami akan pakai ojek online, tapi ini sangat mahal,” sesalnya.

Baca Juga  Komunitas Pengguna Harap TMD Kembali Beroperasi, Bali Darurat Transportasi Publik?

Reporter: Komang Ari