Denpasar – Direktur PT Satria Trans Jaya, I Ketut Eddy Dharmaputra mengungkapkan, pihaknya akan tetap memberikan gaji kepada para karyawan meskipun pemberhentian transportasi publik Trans Metro Dewata (TMD) ini secara resmi telah diumumkan per 1 Januari 2025.

Untuk diketahui, saat ini keseluruhan karyawan TMD berjumlah 317 orang. Di mana, 228 orang di antaranya merupakan pramudi bus.

“Jadi sementara ini, manajemen tentunya memberikan gaji ketiga belas dulu, sambil ini diurus dulu mudah-mudahan harapan kami lebih cepat lebih tanggap dari kementerian mengambil sikap keputusannya dengan pemerintah daerah,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di Terminal Ubung, Kamis (2/1/25).

Terkait dengan nasib armada bus pasca diberhentikan, Eddy mengaku belum dapat memastikan lantaran tengah menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Seperti diketahui, TMD merupakan proyek percontohan yang dibiayai melalui APBN sejak tahun 2020.

Baca Juga  Komunitas Pengguna Harap TMD Kembali Beroperasi, Bali Darurat Transportasi Publik?

“Jadi bus ini kan milik dari operator, tentunya nantinya kita menunggu keputusan kalau memang sudah tidak dipakai, tidak dibayari lagi baik pemerintah pusat maupun daerah baru kami berani mengambil sikap,” terangnya.

Namun, pihaknya mengaku masih berharap ada peluang TMD dapat kembali dioperasikan.

“Saya rasa kemungkinannya ada karena ini kan proyek pemerintah, begitu sudah dirintis 4 tahun dan jangan dihilangkan begitu saja,” tambahnya.

Saat ini, pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi secara intens dengan pemerintah daerah. Begitupula pemerintah daerah tengah bersurat kepada pemerintah pusat.

“Intens sudah dilakukan, sepertinya pak Pj Gubernur juga welcome makanya beliau bersurat kepada kementerian, Gubernur terpilih, Pak Koster juga kelihatannya dalam statemennya juga mendukung TMD ini dipertahankan,” imbuhnya.

Baca Juga  Belasan Ribu Masyarakat Tandatangani Petisi Tolak Pemberhentian Trans Metro Dewata

Reporter: Komang Ari