Denpasar – Tumpek Landep diperingati setiap 210 hari menurut perhitungan Kalender Bali, tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Landep. Tahun ini, perayaannya jatuh pada Sabtu (22/2/25).

Di Bali, Tumpek Landep diperingati sebagai renungan untuk menajamkan pikiran (idep). Biasanya ditandai dengan pelaksanakan ritual bagi benda-benda yang dihasilkan dari proses ketajaman pemikiran manusia, termasuk peralatan atau teknologi yang dimanfaatkan manusia dalam aktivitasnya sehari-hari.

Berkaitan dengan itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Denpasar menggelar upacara untuk belasan armada.

Kepala Dinas Damkarmat Denpasar I Made Tirana, menyebutkan total 15 armada yang diupacarai, termasuk beberapa alat operasional lainnya.

“Sebenarnya ini Tumpak Landep yang diupacarai itu senjata tajam seperti senjata keris, yaitu tujuannya tidak lain adalah untuk pikiran kita agar lebih tajam,” ujar Tirana saat ditemui di kantornya.

Baca Juga  Mobil Klasik hingga Kapal Mejeng di Tuksedo Studio saat Tumpek Landep

Upacara persembahyangan digelar di pagi hari sekitar pukul 09.00 WITA, tampak armada dan sejumlah mesin operasional diberikan sarana upakara seperti banten (sesajen). Persembahyangan diikuti oleh sejumlah staf dan dipimpin oleh seorang pemangku.

Tirana menambahkan, persembahyangan ini merupakan bentuk syukur atas fasilitas yang dimiliki serta doa agar semua peralatan tetap terawat dan mendukung kelancaran tugas di lapangan.

“Kami tetap memohon agar apa yang dimiliki bisa terawat dan tentunya pada saat pelaksanaan penanganan, kami bisa menjalankan tugas dengan tenang,” tambahnya.

Reporter: Komang Ari