Wacanabali.com, Denpasar – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga adat, tradisi, agama, seni, dan budaya sebagai kekuatan utama jati diri Bali. Menurutnya, kemajuan zaman dan perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan nilai-nilai budaya Bali.

Pesan tersebut disampaikan Giri Prasta saat menghadiri HUT ke-3 Forum Gerakan Adat Se-Nusantara (Forgas) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (9/9/2026). Kegiatan mengusung tema “Strategi Ngemargiang Sad Kerthi Loka Bali, Ngajegang Tradisi, Adat lan Budaya Nusantara”.

Giri Prasta mengapresiasi keberadaan Forgas sebagai wadah pemersatu sekaligus bagian dari gerakan menjaga warisan leluhur. Ia menilai organisasi tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat agar adat dan budaya tetap menjadi landasan kehidupan di tengah perubahan zaman.

“Bali boleh maju, tetapi kemajuannya jangan sampai menggerus akar budaya, adat, dan tradisi,” tegas Giri Prasta.

Menurutnya, perkembangan teknologi justru dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui penerapan desa digital yang dinilai dapat meningkatkan transparansi dalam pengelolaan kegiatan di tingkat desa adat maupun banjar, termasuk kegiatan keagamaan.

“Teknologi harus kita manfaatkan untuk memperkuat tata kelola. Desa digital bisa menjadi salah satu cara agar kegiatan di desa dan banjar semakin transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Giri Prasta mengatakan semangat yang dibangun Forgas sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Nilai-nilai Sad Kerthi, kata dia, mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, serta kehidupan spiritual sebagai bagian dari keberlanjutan Bali.

Ia berharap gerakan menjaga adat dan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh masyarakat. Generasi muda juga dinilai memiliki peran strategis untuk meneruskan nilai-nilai budaya sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua DPD Forgas Bali Kadek Arya Bagiastra menegaskan pihaknya akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, desa adat, serta generasi muda. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat pelestarian adat dan budaya, termasuk bahasa serta aksara Bali.

Forgas juga diharapkan mampu menjadi jembatan kebudayaan Nusantara dengan tetap berpegang pada nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan semangat persatuan dalam keberagaman.

Melalui peringatan HUT ke-3 tersebut, Giri Prasta mengajak masyarakat menjadikan kemajuan sebagai peluang untuk memperkuat budaya, bukan menggantikannya. Bali diharapkan tetap mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas yang menjadi kekuatan utama masyarakatnya.