Wacanabali.com, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong pemerintah kabupaten/kota bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Bali mempercepat pelaksanaan sejumlah program strategis daerah. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), percepatan penanganan stunting, serta pengentasan kemiskinan ekstrem.

Hal tersebut disampaikan Koster saat memimpin Rapat Koordinasi Program Strategis Daerah di Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Sabtu (5/9/2026). Rakor tersebut turut menghadirkan fisikawan Indonesia, Prof. Yohanes Surya, untuk memberikan penguatan terkait pengembangan kualitas pendidikan dan SDM Bali.

Dalam bidang pendidikan, Koster meminta pemerintah kabupaten/kota lebih serius mengembangkan kompetensi siswa, khususnya dalam bidang matematika, fisika, biologi, serta ilmu pengetahuan lainnya. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pelatihan pendidikan matematika GASING yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026.

Program tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 400 ribu siswa di Bali. Menurut Koster, program ini harus dilaksanakan secara serius karena menjadi bagian dari upaya mencetak SDM Bali unggul sekaligus mempersiapkan generasi emas Bali di masa mendatang.

“Kita harus terus bekerja dengan gotong royong untuk Bali. Khusus di sektor pendidikan, saya mengajak Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengembangkan kompetensi siswa, khususnya pada ilmu matematika, fisika, biologi dan ilmu lainnya,” tegas Koster.

Koster menegaskan, keberhasilan pembangunan SDM membutuhkan kerja bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah daerah diminta bekerja efektif dan efisien agar program strategis tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain pendidikan, Koster memberikan perhatian serius terhadap percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Ia meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, melakukan pendataan secara riil di lapangan dengan pendekatan by name by address.

Pendataan tersebut dinilai penting agar berbagai program intervensi dan bantuan pemerintah benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Koster juga meminta pemerintah daerah menyusun gerakan bersama untuk mempercepat penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di Bali.

“Rumuskan program ini, buat gerakan percepatan penurunan stunting dan kemiskinan. Terkait stunting, semua Kabupaten/Kota harus punya target angka stuntingnya turun 7 persen,” tegasnya.

Rakor tersebut dihadiri Wali Kota Denpasar, Wakil Bupati Bangli, Wakil Bupati Buleleng, Wakil Bupati Klungkung, Sekda Badung, Sekda Karangasem, serta sejumlah kepala OPD terkait. Pemerintah kabupaten/kota diharapkan segera menindaklanjuti arahan tersebut melalui program yang terukur dan tepat sasaran.

Koster menekankan, pembangunan Bali tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan kualitas SDM meningkat serta persoalan sosial seperti stunting dan kemiskinan ekstrem dapat ditekan secara berkelanjutan.