Wacanabali.com, Badung – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka 63rd International Association of Women Police (IAWP) Training Conference di Westin Nusa Dua Hall, Bali, Minggu (20/9/2026).

Konferensi internasional tersebut mengusung tema “Women Leading Global Change” dan mempertemukan polisi wanita dari berbagai negara. Forum ini menjadi ruang untuk bertukar informasi, berbagi pengalaman, serta membahas penguatan kapasitas dan kepemimpinan perempuan dalam institusi kepolisian.

Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadikan konferensi tersebut sebagai wadah untuk memperluas jejaring dan memperkuat kerja sama antarpolisi wanita secara internasional. Selain aspek profesional, forum ini juga mendorong peningkatan peran perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang keamanan dan pelayanan masyarakat.

Baca Juga  Selamat atas Pelantikan Koster-Giri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2025-2030

“Women Leading Global Change menjadi semangat untuk memperkuat kapasitas dan kepemimpinan perempuan dalam institusi kepolisian, sekaligus mendorong kontribusi yang lebih luas dalam menghadapi berbagai tantangan global,” demikian semangat yang diangkat dalam pelaksanaan konferensi tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri Presiden IAWP Julia Jaeger, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariadi, serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan. Sejumlah pejabat dan peserta dari berbagai negara juga hadir dalam konferensi internasional tersebut.

Melalui konferensi ini, pengalaman dan praktik dari polisi wanita berbagai negara diharapkan dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia kepolisian. Forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepemimpinan perempuan yang semakin berkontribusi dalam institusi kepolisian.

Baca Juga  Sejarah Baru, Koster Resmikan Pura Bali Pertama di Eropa

Pelaksanaan konferensi di Bali sekaligus memperkuat posisi Pulau Dewata sebagai tuan rumah berbagai forum internasional. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang penguatan kapasitas polisi wanita, tetapi juga membuka peluang terjalinnya komunikasi dan kolaborasi lintas negara dalam pengembangan peran perempuan di bidang kepolisian.