Wacanabali.com, Jembrana – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk Kilometer 70-71, tepatnya di Banjar Ledok, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (24/09/26) siang. Diduga kecelakaan terjadi karena sopir mengantuk.

Kecelakaan tersebut melibatkan Mitsubishi Canter Truck Drop Side bernomor polisi W 8078 QF dan Hino BT WG Tronton bernomor polisi B 8296 UEY. Berdasarkan laporan kepolisian, kecelakaan bermula ketika Mitsubishi Canter yang dikemudikan Wahyu Duwi Fredianto (24) melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Saat melintas di lokasi kejadian yang merupakan jalan lurus dengan kondisi aspal baik dan marka jalan utuh, kendaraan tersebut tiba-tiba bergerak ke sisi kanan jalan hingga masuk ke jalur berlawanan.

Kendaraan kemudian bertabrakan dengan Hino Tronton yang datang dari arah berlawanan.

Baca Juga  Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa, Polres Jembrana Hentikan Kasus Pembunuhan Nenek di Pulukan

Pengemudi Hino, Arif Triono (43), disebut telah melakukan pengereman dan kendaraannya sempat berhenti sebelum benturan terjadi.

“Dari hasil penanganan awal di lokasi kejadian, Mitsubishi Canter bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Saat melintas di lokasi, kendaraan mengambil jalur sebelah kanan atau jalur berlawanan dan kemudian bertabrakan dengan kendaraan Hino yang bergerak pada jalurnya,” jelas Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijuluw , saat dikonfirmasi awak media. Kamis sore.

Kompol Beny menambahkan, dugaan sementara kecelakaan terjadi karena pengemudi Mitsubishi Canter mengantuk. Namun, penanganan dan penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh Satlantas Polres Jembrana.

“Dugaan awal pengemudi Mitsubishi Canter dalam kondisi mengantuk sehingga kendaraannya masuk ke jalur berlawanan. Untuk memastikan penyebab kecelakaan, kasus ini telah ditangani Unit Gakkum Laka Lantas Polres Jembrana,” katanya.

Baca Juga  Nekat Mendahului di Tikungan, Truk Mitsubishi Terlibat Kecelakaan di Gilimanuk

Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang yang berada di dalam Mitsubishi Canter mengalami luka-luka. Pengemudi Wahyu Duwi Fredianto mengalami patah tulang bahu sebelah kiri.

Sementara penumpang bernama Rico Wahyudi (31) mengalami patah tulang pada kaki kiri. Penumpang lainnya, Adetya Yuda Fermana (30), mengalami patah tulang pada kedua kaki.

Ketiganya sempat mendapat penanganan di Puskesmas I Pekutatan sebelum kemudian dirujuk ke RSU Negara untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, pengemudi Hino Tronton, Arif Triono, bersama seorang penumpang bernama Ahmad (44), dilaporkan dalam kondisi sadar dan tidak mengalami luka.

Dalam kecelakaan tersebut, Mitsubishi Canter mengalami kerusakan pada bagian depan hingga ringsek dan kaca depan pecah. Adapun Hino Tronton mengalami kerusakan pada kaca depan serta bagian bemper dan bodi depan penyok. Kerugian materi akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta.

Baca Juga  Jatuh saat Melintas di Jalan Rusak, Seorang Wanita Tewas Tergilas Truk

Peronel Polsek Pekutatan turun kelokasi untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP), mengatur arus lalu lintas, serta melakukan penanganan terhadap para korban. Sekitar pukul 14.00 Wita, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi dari lokasi.

“Arus lalu lintas sempat tersendat, namun setelah kedua kendaraan berhasil dievakuasi, arus lalu lintas dari kedua arah berangsur-angsur normal kembali,” ungkap Kompol Beny

Polisi masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk memastikan secara menyeluruh penyebab kecelakaan serta kronologi kejadian tersebut.