Wacanabali.com, Denpasar – Regenerasi menjadi salah satu fokus Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, dalam menyusun kepengurusan periode 2025-2030. Dari 108 pengurus yang dilantik, Demer menyebut 47 di antaranya merupakan kader Generasi Z.

Hal itu disampaikan Demer dalam sambutannya usai dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bali periode 2025-2030 oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Monumen Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026).

‘Kali ini Golkar solid, Tum. Dan tadi, Ketum sudah saksikan sendiri, ini ada 108 pengurus di mana kami bisa mengadopsi 47 Gen Z, kemudian juga untuk perempuannya kami mampu mengadopsi kira-kira 37 persen dari kepengurusan kami,” kata Demer.

Baca Juga  Bertemu Boby Nasution, Arsa Linggih Bangun Komunikasi Politik Nasional

Menurut Demer, masuknya generasi muda dalam struktur kepengurusan menjadi bagian dari upaya mempersiapkan regenerasi Partai Golkar Bali. Ia meminta kader Gen Z tidak hanya menjadi bagian dari struktur, tetapi juga aktif belajar dan bekerja di dalam organisasi.

“Apalagi teman-teman yang Generasi Z ini, Gen Z, saya harapkan bekerja keras, berbakti, di organisasi belajarlah berorganisasi dengan baik,” ujarnya.

Demer mengatakan Partai Golkar merupakan partai yang terbuka dan memberikan ruang bagi kader untuk berkembang. Ia menilai kerja keras, pengabdian, dan pengalaman berorganisasi menjadi bagian penting dalam perjalanan kader di partai.

“Partai kita ini, saya sangat beruntung berada di Partai Golkar, terus terang, Tum. Karena partai kita ini sangat terbuka, dan partai ini sekarang milik kita bersama,” jelasnya.

Baca Juga  Gus Adhi Sebut Rai Mantra Komitmen di DPD RI, Tepis Maju Pilgub?

Ia kemudian memberikan gambaran mengenai pentingnya proses dan pengalaman organisasi bagi kader, terutama generasi muda. Menurutnya, aktivitas organisasi membutuhkan pengorbanan dan tidak selalu memberikan keuntungan secara materi.

“Kemudian juga lebih banyak kalau di organisasi sebenarnya lebih banyak pengeluaran. Dan ketika banyak pengeluaran, maka pasti itu akan membuat lebih Anda dipercaya, lebih Anda berbobot dalam menapak organisasi-organisasi yang selanjutnya,” ungkapnya.

Demer juga menyoroti perjalanan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang menurutnya menunjukkan terbukanya peluang bagi kader untuk berkembang di Partai Golkar.

“Kebanggaan saya, kenapa saya bilang bangga pada Partai Golkar ini, hari ini kita buktikan bahwa ada sopir angkot yang nun jauh dari sana, tidak segemerlap Bali. Ternyata hari ini beliau menduduki Ketua Umum Partai Golkar. Tidak hanya itu, menjadi menteri juga,” tuturnya.

Baca Juga  Utus WS Tarung di Pilkada Badung, Airlangga Inginkan Perubahan di Bali

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa latar belakang seseorang tidak menutup peluang untuk menempati posisi penting di Partai Golkar.

“Artinya Partai Golkar tidak menutup kemungkinan. Apalagi yang dari Timur aja bisa, kenapa dari Bali juga tidak bisa,” tegasnya.

Reporter: Yulius N