Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali memperkuat komitmen dalam pengembangan energi bersih dan kendaraan listrik (e-mobility). Menurut Ketua Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) Budi Setyadi, salah satu langkah yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut yakni penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis antara Bali dan Pemerintah Korea Selatan untuk mengembangkan kawasan industri kendaraan listrik berbasis teknologi Korea di Bali.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Bali siap menjadi daerah percontohan nasional dalam pengembangan kendaraan listrik dan energi bersih. Ia menekankan pentingnya percepatan implementasi program ini dan berharap ada kemajuan signifikan dalam lima tahun ke depan.

“Saya minta percepatan, dan akan terus saya endorse. Kampanye akan terus dilakukan. Harus ada peningkatan signifikan dalam lima tahun ke depan,” ucapnya dalam audiensi bersama AISMOLI di Jayasabha, Denpasar, Rabu (9/7/25).

Baca Juga  Bukan Main, Pusat Berdiri Belakang Koster Tangani Sampah di Bali

Program percontohan kendaraan listrik saat ini, sambung dia, telah dimulai di Kabupaten Gianyar.
Selain itu, sejumlah kawasan wisata seperti Kuta, Sanur, Ubud, dan Nusa Penida direncanakan menjadi zona rendah emisi (low emission zones). Di Nusa Penida, penggunaan kendaraan listrik dan PLTS akan menjadi prioritas dalam pengembangan wilayah berbasis energi bersih.

Ia menyebut, Pemerintah Provinsi Bali juga tengah menyiapkan skema pembiayaan dan kemitraan untuk mempercepat konversi sepeda motor berbahan bakar fosil ke motor listrik, sejalan dengan kebijakan nasional dan upaya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Dengan demikian, Bali diproyeksikan menjadi salah satu pelopor nasional dalam transisi energi bersih dan pengembangan industri kendaraan listrik.

Baca Juga  Sebut Produk Arak Bali di Bandara Masih Terbatas, Koster: Perlu Etalase Khusus