Denpasar – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar meluncurkan Etalase Jendela Perjuangan Pahlawan di Gedung Merdeka Denpasar, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, peluncuran etalase ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Nanti tujuan dari etalase perjuangan ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat Kota Denpasar, khususnya generasi-generasi muda bagaimana perjuangan para-para pahlawan dalam memperjuangan dan mempertahankan kemerdekaan,” kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya menerima dua usulan dari para veteran melalui Dinas Sosial, yakni pelaksanaan program edukasi ke sekolah-sekolah bersama veteran, serta pemanfaatan Gedung Merdeka sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Baca Juga  Mulai Februari, Denpasar Terapkan Perwali Perhitungan Nilai Sewa Reklame

“Itu program yang sangat bagus yang segera akan kami tindak lanjuti,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu veteran, I Made Suderana, menekankan pentingnya mewariskan semangat perjuangan dan nilai juang 45 kepada generasi muda.

“Salah satu tugas kami sebagai veteran adalah mensosialisasikan jiwa dan semangat nilai-nilai juang 45 kepada generasi muda. Nilai-nilai ini harus dilestarikan karena merekalah yang akan mengisi kemerdekaan,” ujarnya.

Menurut Suderana, nilai juang 45 mencakup ketakwaan kepada Tuhan, nasionalisme, patriotisme, serta semangat rela berkorban tanpa pamrih. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menjauhi sikap egois demi keutuhan bangsa.

“Jiwa dan semangat 45 itu antara lain bertakwa kepada Tuhan, menumbuhkan nasionalisme dan patriotisme, rela berkorban tanpa pamrih, serta tidak mengenal menyerah. Kita juga harus memegang teguh persatuan, tidak berkhianat kepada bangsa, dan setia pada Proklamasi, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.

Baca Juga  Denpasar Bidik 2,1 Juta Wisatawan pada 2025

Suderana berharap semangat tersebut terus dihidupkan di tengah kehidupan masyarakat saat ini.

“Kalau generasi muda tetap memegang semangat 45, Indonesia pasti akan tetap jaya,” katanya.