Denpasar – Pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE)di Provinsi Bali disebut-sebut akan dimulai pada awal tahun 2026.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan sosialisasi terkait pembangunan PSEL kepada masyarakat akan dilakukan setelah tanggal 14 Desember mendatang.

“Untuk sosialisasi rencananya tanggal 9 Desember. Cuma karena Pak Gubernur (Wayan Koster, red) masih ada acara, kemudian kami tunda di atas tanggal 14 Desember. Masyarakat sudah sepakat, setuju untuk melakukan penundaan itu,” ucapnya saat diwawancarai awak media, Selasa (9/12/25).

Arya Wibawa menambahkan, sosialisasi akan berlangsung di Balai Banjar Pesanggaran dan menyasar warga sekitar. “Pak Gubernur kemungkinan akan menghadirkan pihak Danantara dan kementerian terkait. Informasi lebih lengkap akan kami sampaikan kemudian,” tambahnya.

Baca Juga  Jaya Negara Tinjau Lahan 6 Hektare di Pesanggaran untuk Pembangunan PSEL

Saat ini, sambung dia, melalui Danantara, telah ada 24 investor yang bersedia berinvestasi dalam pembangunan PSEL, termasuk dari China, Eropa, dan Finlandia.

“Nanti Danantara yang akan melakukan kebijakan siapa yang akan dijadikan pemenang. Kalau pemerintah provinsi dan kabupaten, kota, tinggal menunggu siapa yang akan menjadi pemenang,” sambungnya.

Teknologi yang digunakan diklaim mampu mengolah seluruh jenis sampah, baik organik maupun anorganik, dengan pemanasan di atas 1.000 derajat Celsius. Rencananya, sebagian sampah dari TPA Suwung akan dipasok secara bertahap ke PSEL untuk mendukung operasional instalasi.

“PSEL bisa untuk semua jenis sampah. Karena pemanasannya itu di atas seribu derajat celcius,” kata dia.

Dirinya memperkirakan, pembangunan instalasi ini akan menelan anggaran sebesar Rp3 triliun.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Tegaskan Dukungan Bali terhadap Program PSEL Nasional