Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar menerapkan pengelolaan sampah berbasis zero waste pada pembukaan Denpasar Festival (Denfest) ke-18 yang digelar, Sabtu (20/12/25).

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, pengelolaan sampah pada Denfest tahun ini dilakukan melalui kehadiran Waste Department yang dilengkapi sejumlah fasilitas pengolahan sampah di lokasi kegiatan.

“Di dalamnya terdapat mesin gibrik, mesin press plastik, pengolahan eco enzyme, serta komposter. Puntung rokok juga dikumpulkan untuk dimanfaatkan,” kata Jaya Negara.

Ia menyebutkan, jumlah komunitas yang terlibat dalam pengelolaan sampah pada Denfest tahun ini bertambah dari sebelumnya 17 menjadi 18 komunitas. Selain itu, pemerintah kota memfasilitasi 20 teba modern sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah dari sumbernya.

Baca Juga  Jelang Penutupan TPA Suwung, Pemkot Denpasar Optimalkan TPS3R hingga PDU

Menurut Jaya Negara, penerapan pengelolaan sampah tersebut bertujuan agar sampah yang dihasilkan selama kegiatan dapat ditangani di area acara.

“Dengan skema ini, sampah dari Denfest diupayakan tidak keluar dari lokasi,” ujarnya.

Ia berharap, pola pengelolaan sampah serupa dapat diterapkan pada kegiatan lain di Kota Denpasar ke depan, khususnya dalam penyelenggaraan acara berskala besar.