Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali memperkuat langkah strategis dalam penanganan sampah dengan membuka ruang kolaborasi bersama Yayasan Budaya Bali Punggul Hijau. Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Gubernur Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk mendorong solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi dan kemitraan lintas daerah.

Koster secara khusus menugaskan Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, I Made Rentin, untuk menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Badung sebagai wilayah prioritas implementasi. “Kita ingin pengelolaan sampah ini berjalan terintegrasi, dari hulu ke hilir, sehingga tidak hanya mengurangi timbunan, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Koster.

Ketua Yayasan Budaya Bali Punggul Hijau, I Gusti Nyoman Jelantik, memaparkan kesiapan yayasannya dalam mendukung program tersebut melalui pemanfaatan mesin pengolahan sampah berstandar internasional. Ia menyebut, teknologi yang telah digunakan dan diuji di Jerman memungkinkan pengolahan sampah organik dan anorganik dalam skala besar. “Kapasitas kami mencapai hingga 10 ribu ton per hari, dengan proses yang ramah lingkungan dan efisien,” kata Jelantik.

Baca Juga  Karena Alasan Ini, Koster Jadikan Budaya Arus Utama Pembangunan Bali

Upaya kolaboratif ini juga diperkuat dengan komunikasi lintas kementerian dan lembaga di tingkat pusat. Pihak yayasan sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, serta Danantara, sebagai bagian dari langkah membangun dukungan nasional terhadap sistem pengelolaan sampah modern di Bali.