Wacanabali.com, Denpasar — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, bersama Sekretaris Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menerima audiensi dari Bahana (Bali Tionghoa Nusantara), komunitas anak muda Kota Denpasar, di Kantor Wali Kota Denpasar. Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan pawai, ritual, dan festival budaya dalam rangka peringatan Hari Raya Imlek yang dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Februari 2026.

Perwakilan Bahana memaparkan konsep kegiatan bertema “Suara Pasar”, yang dirancang sebagai ruang ekspresi kreatif generasi muda sekaligus wadah pelestarian budaya Tionghoa Nusantara. Festival ini akan menghadirkan berbagai pertunjukan seni, atraksi budaya, serta partisipasi pelaku UMKM lokal untuk memperkuat keterlibatan masyarakat lintas komunitas di Kota Denpasar.

Baca Juga  Wamen Kependudukan Tinjau Pelaksanaan GENTING di Denpasar

Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam memperkuat harmoni sosial dan keberagaman budaya. Ia berharap festival dapat menjadi agenda tahunan yang memberi dampak positif bagi generasi muda dan perekonomian kreatif daerah.

“Festival seperti ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga ruang belajar bagi anak-anak muda untuk berkolaborasi, berkreasi, dan menumbuhkan rasa saling menghargai dalam keberagaman,” ujar Sagung Antari.

Senada dengan itu, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan komunitas dalam penyelenggaraan kegiatan publik. Menurutnya, koordinasi yang baik akan memastikan pelaksanaan acara berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Baca Juga  Di Bawah Cahaya Imlek, Koster Ajak Perkuat Persahabatan Bali–Tiongkok

“Kolaborasi yang kuat akan membuat kegiatan ini lebih terorganisasi dan berdampak. Kami mendukung penuh selama seluruh rangkaian kegiatan mematuhi ketentuan dan mengedepankan kenyamanan warga,” katanya.

Melalui audiensi ini, Pemerintah Kota Denpasar dan Bahana sepakat untuk melanjutkan koordinasi teknis guna mematangkan konsep dan pelaksanaan festival. Diharapkan, perayaan Imlek 2026 di Denpasar dapat menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan persatuan dalam bingkai keberagaman.