Sekda Bali Hadiri Persembahyangan Tumpek Uye di Pura Watu Klotok Klungkung
Wacanabali.com, Klungkung — Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra didampingi Bupati Klungkung I Made Satria melaksanakan persembahyangan Rahina Tumpek Uye di Pura Kahyangan Jagat Watu Klotok, Klungkung, pada Saniscara Kliwon Uye, Sabtu (7/2). Kegiatan ini menjadi wujud pelestarian nilai kearifan lokal sekaligus penguatan harmoni antara manusia dan alam.
Persembahyangan bersama yang berlangsung pada pagi hari tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Sekda Bali Dewa Made Indra menyampaikan bahwa peringatan Tumpek Uye memiliki makna mendalam dalam ajaran Hindu di Bali, khususnya sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap satwa sebagai bagian dari ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Tumpek Uye mengingatkan kita untuk menjaga keseimbangan alam, menghormati kehidupan satwa, serta menumbuhkan rasa welas asih dalam kehidupan sehari-hari. Ini sejalan dengan nilai Sad Kerthi dalam pembangunan Bali,” ujar Dewa Made Indra.
Selain pelaksanaan persembahyangan secara niskala (spiritual), kegiatan Tumpek Uye di Pura Watu Klotok juga dirangkaikan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Para pejabat dan undangan turut melakukan pelepasan satwa, berupa tukik dan burung, ke habitat alaminya sebagai simbol kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem.
Bupati Klungkung I Made Satria menambahkan bahwa peringatan Tumpek Uye menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran menjaga alam sejak dini. “Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap nilai pelestarian lingkungan dapat terus diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan