Kantor BPJS Denpasar Diteror OTK, Pasang Spanduk Sebut “Walikota Pembohong”
Wacanabali.com, Denpasar – Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kota Denpasar didatangi sekelompok orang tak dikenal (OTK), Sabtu (21/2/2026) pukul 19.30 Wita. Mereka memasang spanduk bertuliskan “Walikota Pembohong” dan melempar kantor tersebut.
Ditemui di lokasi, Kepala Bagian SDMUK BPJS Kesehatan Kota Denpasar, Rendy Gilbery Rantung, mengatakan aksi tersebut berlangsung secara serampangan. Masa aksi sekitar belasan orang itu tidak dapat diidentifikasi karena mengenakan helm dan masker penutup wajah.
“Kami kurang tahu dari mananya karena mereka datang masang spanduk, melempar batu seperti itu, langsung pulang, langsung bubar,” ujar Rendy kepada awak media di lokasi.
Rendy mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Ia baru mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima laporan dari petugas keamanan (Satpam) yang berjaga di lokasi.
“Saya langsung ke sini setelah laporan dari Satpam, setelah itu saya cek CCTV memang setelah pelembaran batu langsung bubar gitu,” imbuhnya.
Aksi pelemparan tersebut tidak menimbulkan kerugian materiil yang signifikan. Namun, logo lampu akrilik BPJS Kesehatan yang terpasang tepat di depan pintu mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
“Kerusakan kaca tidak ada, yang ada ini (menunjuk papan akrilik logo BPJS),” kata Rendy.
Rendy mengaku belum mengetahui motif dari aksi tersebut. Pasalnya masa aksi datang memasang spanduk, membuat video dan melempar batu, lalu pulang.
“Belum tahu pasti. Belum tau pasti tujuannya seperti apa,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, menyebut pihaknya menerima laporan setelah insiden tersebut terjadi.
“Saat ini kami sedang melakukan pengecekkan TKP yang mana tadi berdasarkan laporan dari security yang menyampaikan di WA grup dan termonitor oleh babinkamtibmas kami, bahwa di kantor BPJS Kesehatan cabang Denpasar ini tadi didatangi beberapa orang yang tidak dikenal membawa dua buah spanduk yang dipasang di pintu masuk dan keluar,” kata Kompol Tomiyasa.
Lebih lanjut, Kompol I Ketut Tomiyasa menyebut pihaknya sejauh ini baru mengamankan spanduk serta batu yang diduga digunakan dalam aksi pelemparan. Rekaman CCTV juga telah diamankan, dan tim masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.
“Itu saja karena setelah didekati oleh security orang ini sudah meninggalkan tempat. Jadi kita belum tahu maksud dan tujuannya,” pungkas Kompol Tomiyasa.
Reporter: Yulius N

Tinggalkan Balasan