Putri Koster Soroti Lonjakan Kasus HIV/AIDS di Bali, Dorong Sosialisasi Pencegahan Lebih Masif
Wacanabali.com, Denpasar – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster menyoroti masih tingginya kasus HIV/AIDS di Bali dan menekankan pentingnya sosialisasi serta edukasi pencegahan yang lebih masif dan berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Yayasan Spirit Paramacita di Jaya Sabha, Sabtu (21/2/2026).
Dalam pertemuan itu, Putri Koster menegaskan komitmen TP PKK untuk terlibat aktif menekan penyebaran HIV/AIDS sekaligus menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Ia menilai isu tersebut harus terus disuarakan agar tidak tenggelam dan diabaikan masyarakat.
“Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Isu ini akan muncul jika dibahas, sebaliknya akan tenggelam atau dilupakan saat tidak dibahas,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan pemahaman publik mulai berdampak pada menurunnya stigma sosial terhadap ODHA.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah langkah pencegahan yang konkret melalui edukasi perilaku sehat dan tanggung jawab individu. “Harus ada terobosan. Sosialisasi harus lebih masif melalui berbagai media, ajarkan masyarakat menjaga diri dan menjauhi perilaku berisiko,” ujarnya.
Ketua Yayasan Spirit Paramacita, Putu Ayu Utami Dewi, memaparkan berbagai tantangan penanganan HIV/AIDS, terutama stigma yang masih dialami ODHA. Ia menyebut yayasan yang berdiri sejak 1999 itu awalnya menghadapi diskriminasi tinggi, bahkan dari tenaga kesehatan.
Kini stigma mulai berkurang, namun kasus justru menunjukkan kecenderungan meningkat. “Saat ini di Bali terdapat sekitar 21 ribu ODHA dan 12 ribu di antaranya kami tangani secara langsung,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti fakta baru yang memprihatinkan, yakni meningkatnya kasus pada ibu rumah tangga dan kalangan ASN akibat penularan dari pasangan. Selain itu, muncul dampak psikologis seperti depresi, keinginan bunuh diri, hingga dorongan balas dendam.
“Banyak yang terkena merasa dirinya baik-baik saja, sehingga terpukul saat terdiagnosis. Ini yang menjadi perhatian kami. Kita tidak bisa tinggal diam terhadap isu HIV/AIDS,” tegas Ayu Utami.

Tinggalkan Balasan