Wacanabali.com, Denpasar – Upaya memperkuat kebijakan kesehatan mental di Bali kembali dilakukan melalui Dialog Kebijakan #2 Wikithon Partisipasi Publik dalam penyusunan policy brief bertema Kawarasan Kayun. Kegiatan ini digelar oleh BASAibu Wiki sebagai wadah kolaborasi lintas sektor.

Dialog publik kedua ini membahas karya-karya terpilih dari ajang Wikithon yang sebelumnya telah dilaksanakan, sekaligus merumuskan risalah kebijakan sebagai rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah.

Managing Director BASAibu Wiki, Clara Listya Dewi, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi inklusif antara pemuda, komunitas, dan pemangku kebijakan.

“Dialog Kebijakan #2 Kawarasan Kayun dirancang untuk mempertemukan berbagai suara dalam satu meja. Diskusi hari ini sangat inspiratif dan berdampak langsung,” ujarnya, Kamis (26/2/26), di Balai Bahasa Provinsi Bali.

Baca Juga  Cegah Lonjakan Campak, Dinkes Bali Sediakan Vaksinasi di Posko Mudik Lebaran

Ia menambahkan, penyusunan policy brief dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program-program yang lahir dari gagasan pemuda, sehingga tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

“Dengan adanya risalah kebijakan ini, hasil lomba dapat ditindaklanjuti secara nyata,” tambahnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Dialog Kebijakan #1 yang diselenggarakan pada 30 Agustus 2025. Pada dialog sebelumnya, pemuda, pemerintah, akademisi, dan komunitas merumuskan draf policy brief berisi rekomendasi penanganan isu kesehatan mental di Bali.

Dialog Kebijakan #2 ini diikuti 33 peserta dari berbagai unsur, meliputi instansi pemerintah, lembaga pendidikan, media, komunitas, dan organisasi pemuda. Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Bappeda Provinsi Bali, Balai Bahasa Provinsi Bali, MGMP Agama Hindu Provinsi Bali, Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama, Yayasan Bali Bersama Bisa, Kisara Bali, RRI Pro 2 Denpasar, dan instansi lainnya.

Baca Juga  Deteksi Dini TBC Diperkuat, Pemprov Bali Andalkan Program Desa Siaga

Kegiatan ini bertujuan menghimpun ide, masukan, dan pandangan dari berbagai pihak terkait isu kesehatan mental, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan solusi yang kreatif dan inovatif. Dialog juga dirancang sebagai ruang yang aman, setara, dan konstruktif bagi seluruh peserta.

Tiga Kesepakatan Utama

Dialog menghasilkan tiga kesepakatan strategis, yaitu:

1. Program Yoga Happy Harmony
Akan disebarluaskan melalui pelaksanaan workshop bagi guru, disertai penyediaan modul agar dapat diterapkan secara mandiri di SMA/SMK se-Provinsi Bali, dengan dukungan rekomendasi dari FK MGBK dan FK MGMP Agama Hindu Provinsi Bali.

2. Program Afirmasi Positif-Lukis (LASCARYA)
Disosialisasikan melalui Training of Trainer (ToT) bagi guru Bimbingan Konseling, dengan dukungan modul pembelajaran dan kerja sama bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali melalui program PPPKM sesuai arahan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga  Deteksi Dini TBC Diperkuat, Pemprov Bali Andalkan Program Desa Siaga

3. Pelatihan Konselor Sebaya
Disepakati pelaksanaan pelatihan oleh Kisara Bali dan PKBI Bali bagi siswa SMA/SMK, yang akan dilanjutkan dengan pembukaan layanan curhat daring SASTA (Satu Hari Satu Telinga) sebagai ruang aman bagi remaja.

Melalui dialog ini, BASAibu Wiki berharap risalah kebijakan yang telah disepakati dapat menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dalam merancang regulasi serta program nyata untuk memperkuat layanan kesehatan mental di Bali.