Wacanabali.com, Denpasar – Gelaran tahunan Kesanga Festival kembali digelar pada 6 hingga 8 Maret 2026 di Kawasan Catur Muka, Denpasar.

Manggala Pasikian Yowana Kota Denpasar Anak Agung Made Angga Hartayana, mengatakan persiapan festival tahun ini telah dilakukan secara matang dengan melakukan berbagai evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya.

“Persiapan kami sangat matang. Dari evaluasi kegiatan sebelumnya, kami sudah menyiapkan berbagai solusi, baik untuk teknis di lapangan maupun pelaksanaan parade. Saat ini tinggal tahap eksekusi,” ujarnya kepada Wacanabali.com, Jumat (6/3/26).

Tahun ini, Kesanga Festival mengusung tema “Jala Sidhi Suitha” yang bermakna memuliakan air untuk kesejahteraan. Tema tersebut diangkat sebagai bentuk refleksi sekaligus kritik terhadap persoalan banjir yang sempat terjadi pada 2025, khususnya yang melanda Kota Denpasar.

Baca Juga  Kasanga Festival 2025 Resmi Dibuka, Berlangsung Selama Tiga Hari

Menurut Angga, melalui tema tersebut pihaknya ingin mendorong kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk lebih menghargai air serta memperbaiki pengelolaan lingkungan, termasuk dalam hal penanganan sampah.

“Kami berharap ada edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memuliakan air, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga memperbaiki sistem pengelolaan sampah di kota Denpasar,” jelasnya.

Pada tahun keempat penyelenggaraannya, Kesanga Festival juga menghadirkan sejumlah pembaruan. Salah satu perubahan utama terdapat pada konsep parade yang kini menggunakan sistem karnaval.

Meski demikian, sambung Angga, parade tetap akan dilombakan dengan mekanisme menyerupai tradisi mapeed aya, di mana setiap Sekaa Teruna Teruni (STT) dapat menampilkan kreasi dan penampilan terbaik mereka sepanjang rute parade.

Baca Juga  Segera Digelar, Peserta Lomba Ogoh-Ogoh di Kesanga Festival 2025 Meningkat

Ia berharap pembaruan tersebut dapat memberikan warna baru sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menyambut rangkaian Kesanga Festival tahun ini.