Wacanabali.com, Jembrana– Ratusan personil gabungan akan dikerahkan guna mengamankan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Jembrana. Fokus pengamanan yakni semua rangkaian pelaksanaan hari raya Nyepi termasuk pengarakan ogoh-ogoh, serta rangkaian pelaksanaan hari raya Idulfitri di Kabupaten Jembrana salah satunya arus mudik lebaran menuju pelabuhan Gilimanuk.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat menjadi inspektur Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Operasi Ketupat 2026, di GOR Kresna Jvara, Kamis pagi (12/3/26).

mengatakan, Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, Pecalang, GP Ansor, hingga Saka Bhayangkara.

Baca Juga  Operasi Keselamatan Agung 2025 Usai, Ratusan Pelanggar Terjaring

“Kami dari Polres Jembrana mengerahkan sebanyak 270 personel, kami juga di bantu dari instansi terkait termasuk TNI, pacalang dan Banser dengan total sebanyak 816 personel,” bebernya.

Kapolres Jembrana menambahkan, pengamanan difokuskan pada sejumlah titik strategis yang berpotensi menimbulkan keramaian selama rangkaian perayaan Nyepi dan Idulfitri, dengan sasaran tempat ibadah, tempat keramaian dan termasuk tempat wisata.

“Termasuk juga saat upacara pemelastian, pengrarakan ogoh-ogoh saat pengerupukan semua rangkaian hari raya nyepi menjadi atensi kami, termasuk juga rangkaian hari raya idul fitri,” jelas AKBP Kadek Citra

Dengan keterlibatan ratusan personel gabungan, diharapkan pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri di wilayah Kabupaten Jembrana dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Baca Juga  Buruh Panggul Cabuli Anak 4 SD di Jembrana, Ditetapkan Tersangka

“Tentunya juga pengamanan jalur, terutama jalur mudik dan jalur wisata menuju ke Bali. Kita sudah petakan termasuk menyiapkan rekayasa lalu lintas saat terjadi kepadatan terutama di wilayah Gilimanuk,” tutupnya.