Gubernur Wayan Koster Percepat Perbaikan Infrastruktur Menuju Besakih Jelang IBTK 2026
Wacanabali.com, Karangasem – Gubernur Bali, Wayan Koster, mempercepat pembenahan infrastruktur menuju Pura Agung Besakih menjelang puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh. Fokus utama perbaikan mencakup kondisi jalan dan penerangan guna memastikan kelancaran arus pemedek yang akan tangkil ke pura terbesar di Bali tersebut.
Percepatan ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan perjalanan masyarakat. Dengan infrastruktur yang memadai, arus lalu lintas menuju kawasan Besakih dapat berjalan lebih tertib dan mengurangi potensi kemacetan maupun risiko kecelakaan.
Dalam rapat persiapan akhir di Gedung Wyata Graha, kawasan parkir Manik Mas, Besakih, Selasa (31/3/2026), Koster secara tegas menginstruksikan jajarannya untuk segera mengeksekusi perbaikan tanpa terhambat prosedur birokrasi yang berlarut.
“Tidak usah saling tunjuk kewenangan dan tidak perlu menunggu prosedur panjang. Besok langsung kerjakan. Ini acara besar, tidak boleh ada jalan rusak dan lampu mati,” tegas Koster.
Ia menyoroti masih adanya sejumlah titik jalan berlubang, penerangan yang tidak berfungsi, serta jalur gelap minim rambu yang berpotensi membahayakan pemedek. Beberapa wilayah seperti Kunyit dan jalur lain menuju Besakih disebut membutuhkan penanganan cepat.
Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan anggaran dari APBD serta menggandeng PLN (Perusahaan Listrik Negara) dalam penyediaan solusi penerangan. Langkah tersebut meliputi pemasangan lampu darurat, penambahan titik lampu, serta penyediaan sambungan listrik tambahan.
Selain itu, alat berat dan tim siaga turut dikerahkan guna memastikan kesiapan infrastruktur di lapangan. Peralatan seperti ekskavator, bulldozer, truk crane, hingga perangkat tambal jalan disiapkan untuk mendukung percepatan pekerjaan.
Koster menargetkan seluruh perbaikan dapat rampung sebelum puncak karya berlangsung. Ia berharap para pemedek dapat menjalani persembahyangan dengan aman dan nyaman tanpa hambatan berarti di perjalanan.
“Pemedek tidak boleh terlalu lama antre. Harus nyaman dan aman saat tangkil. Kita targetkan semua bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan