Satu Prajurit Kodam IX/Udayana Gugur di Lebanon
Wacanabali.com, Denpasar – Prajurit dari Kodam IX/Udayana, Sertu Muhammad Nur Ichwan dilaporkan gugur saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian di Lebanon. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dalam keterangan pers, Jumat (3/4/2026).
Dalam keterangannya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan bahwa atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Kodam IX/Udayana, pihaknya turut berduka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit saat melaksanakan tugas operasi.
“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi TNI, khususnya Kodam IX/Udayana. Almarhum adalah prajurit yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan pengabdian terbaiknya kepada bangsa dan negara melalui penugasan misi perdamaian dunia,” ungkap Pangdam IX/Udayana.
Pangdam IX/Udayana juga mengajak seluruh prajurit dan keluarga besar Kodam IX/Udayana untuk bersama-sama memanjatkan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Sertu Muhammad Nur Ichwan lahir di Magelang pada 12 Mei 2000. Almarhum meninggalkan seorang istri, Hana Dita Anjani, serta seorang putri tercinta, Maurellia Syakila Nur Salsabila, yang saat ini masih berusia sekitar tujuh bulan.
Almarhum yang sehari-hari berdinas di Kesdam IX/Udayana tersebut tengah menjalankan penugasan internasional sebagai Bintara Kesehatan (Bakes) Kompi B Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), misi penjaga perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penugasan ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara, TNI menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dari Pangkat Sertu menjadi Serka Anumerta sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/467/1/2026 tanggal 31 Maret 2026, tentang Penetapan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta kepada almarhum serta memberikan berbagai bentuk perhatian dan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan sebagai wujud perhatian dan penghormatan kepada prajurit yang gugur dalam tugas.
Kodam IX/Udayana juga terus menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum guna memberikan dukungan moril, khususnya kepada istri dan anak almarhum, sebagai bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir bagi keluarga prajurit yang telah mengabdikan hidupnya untuk negara.
Pengorbanan Sertu Muhammad Nur Ichwan menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian dunia bukanlah tanpa risiko. Dedikasi dan pengabdian almarhum akan selalu dikenang sebagai bagian dari kehormatan dan kebanggaan bagi Kodam IX/Udayana serta bangsa Indonesia.
Editor: Yulius N

Tinggalkan Balasan