Wacanabali.com, Denpasar – Puncak perayaan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-93 yang digelar oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali berlangsung meriah di Gedung Kertha Sabha, Jumat (3/4/2026). Acara ini dihadiri oleh pelaku industri penyiaran, mulai dari lembaga televisi dan radio, penyanyi, pencipta lagu pop Bali, hingga sejumlah kepala OPD Pemerintah Provinsi Bali.

Perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua KPID Bali Agus Astapa yang kemudian diserahkan kepada penerima Lifetime Achievement, yakni Ni Putu Putri Suastini dan Ida Bagus Anom Ranuara, serta anggota Komisi I DPRD Bali AA. Gede Suyoga. Tahun ini, Harsiarnas mengusung tema “Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional”.

Ketua KPID Bali Agus Astapa menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pelaku penyiaran. “Kami berharap kolaborasi ini mampu memperkuat peran penyiaran dalam menjaga budaya sekaligus mendukung ketahanan nasional,” ujarnya.

Baca Juga  HUT ke-14 Teater Selem Putih, Putri Koster Dorong Seniman Teater Bali Terus Berkarya dan Inovatif

Dalam kesempatan tersebut, KPID Bali juga memberikan penghargaan kepada sejumlah insan penyiaran dan pelaku seni, di antaranya penyiar radio muda Gus Windu dari Radio Voks 99.3 FM, rapper muda Gede Juna (Skoozy), serta pembawa acara legendaris RRI Denpasar, Luh Camplung dan Gede Tomat. Selain itu, diluncurkan pula 10 video klip lagu pop Bali terbaru sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif lokal.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah aksi Ni Putu Putri Suastini yang membawakan tembang “Sumambang” diiringi Rajapala Band. Penampilan tersebut semakin menarik dengan kehadiran penari celuluk dan rangda yang muncul dari tengah penonton, menciptakan suasana magis sekaligus menghibur.

Baca Juga  Putri Koster Dorong Kader Posyandu Jembrana Lebih Responsif dan Aktif Layani Warga

“Melalui seni dan budaya, kita dapat memperkuat jati diri sekaligus menyampaikan pesan kepada masyarakat dengan cara yang lebih menyentuh,” ungkap Putri Koster usai penampilannya.

Selain itu, panggung Harsiarnas juga dimeriahkan oleh sekeha tari Mahotama, Teater Belabar SMAN 4 Denpasar, serta penampilan berbeda dari grup lawak Celekontong Mas. Grup ini tampil tanpa riasan khas mereka, namun tetap berhasil mengundang tawa penonton dengan gaya humor segar.

Perayaan Harsiarnas ke-93 ini menjadi bukti bahwa dunia penyiaran di Bali terus berkembang dengan mengedepankan kolaborasi, kreativitas, dan pelestarian budaya lokal di tengah dinamika zaman.