Pengolahan Sampah Dibenahi, Koster Ingatkan Publik Jangan Terseret Narasi Sesat
Wacanabali.com, Denpasar, Bali – Di tengah upaya pembenahan sistem pengelolaan sampah, Pemerintah Provinsi Bali justru dihadapkan pada gelombang narasi provokatif yang beredar di media sosial. Ajakan membuang sampah ke kantor pemerintah menjadi salah satu contoh yang dinilai berbahaya dan menyesatkan.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, situasi ini tidak boleh mengaburkan arah kebijakan yang sedang dibangun secara bertahap dan terukur bersama pemerintah pusat.
“Kita sedang berbenah. Jangan sampai publik diarahkan ke tindakan yang justru memperkeruh keadaan,” kata Koster di Denpasar
Ia menilai, ajakan semacam itu bukan bentuk kritik konstruktif, melainkan upaya menggiring masyarakat ke tindakan yang berpotensi melanggar hukum dan merusak fasilitas publik.
“Kalau ada masalah, selesaikan dengan cara yang benar. Bukan dengan aksi yang merugikan semua pihak,” ujarnya.
Koster menegaskan, kebijakan pengelolaan sampah Bali tetap berpegang pada sistem berbasis sumber. Relaksasi terbatas ke TPA Suwung yang diberikan selama dua hari dalam sepekan merupakan bagian dari masa transisi, bukan perubahan arah.
Namun di saat yang sama, ia mengingatkan bahwa perubahan sistem memang kerap memunculkan resistensi, terutama dari pihak-pihak yang selama ini berada dalam zona nyaman.
“Perubahan pasti ada yang tidak suka. Tapi kita tidak boleh berhenti hanya karena tekanan,” kata dia.
Menurut Koster, publik perlu lebih jernih dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang bernuansa provokasi. Ia mengajak masyarakat untuk tetap fokus pada tujuan besar. Menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan tidak lagi bergantung pada penumpukan di TPA. “Kalau kita ikut terpancing, yang rugi Bali sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi akan tetap berjalan di jalur kebijakan yang telah ditetapkan, sambil mendorong kabupaten/kota mempercepat kesiapan di lapangan. “Ini bukan sekadar kebijakan. Ini soal masa depan lingkungan Bali,” tutup Koster.

Tinggalkan Balasan