Denpasar – Memperingati World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun 2023, Relawan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bali, Ni Made Tariani harap semakin banyak remaja akses program konseling Pacar Idaman (Partner Cerita Asik dan Nyaman).

“Pacar Idaman adalah program inisiasi yang dikembangkan Kisara PKBI Bali bersama Trilogi Udayana yang juga merupakan respon akan kebutuhan terhadap layanan konseling remaja,” ujarnya kepada wacanabali.com, Rabu (11/10/23).

Pihaknya menerangkan, data penelitian Global Early Adolescent Study (GEAS) di Kota Denpasar menyebutkan, terdapat peningkatan gejala depresi sangat berat pada remaja perempuan yakni sentuh angka 16 persen dan depresi sedang capai angka 22 persen pada remaja laki-laki di kelompok intervensi.

Baca Juga  Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city), Respons Isu Interseksionalitas dan Rayakan Keragaman Manusia

Dengan demikian, layanan Pacar Idaman ini didorong dapat fasilitasi remaja untuk mendapatkan layanan konseling dari konselor sebaya dengan lebih mudah. Lebih lanjut, program ini, Kata Tari kini dapat diakses melalui aplikasi WhatsApp tanpa dipungut biaya.

“Harapannya, Pacar Idaman ini dapat membantu mewadahi teman-teman remaja yang belum mendapatkan teman cerita yang cocok dalam berkeluh-kesah dan kedepan tidak hanya diakses oleh remaja di seputaran Denpasar namun juga remaja di seluruh Bali,” imbuhnya.

Terakhir, mahasiswi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana ini berharap momentum Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini dapat digunakan sebagai ajang refleksi dalam menghadirkan layanan kesehatan mental yang mudah diakses oleh setiap orang termasuk remaja. Sebab, kesehatan mental remaja akan berkaitan langsung bagi kualitas SDM yang dimiliki bangsa Indonesia di masa depan.

Baca Juga  Fenomena Kekerasan Seksual pada Anak di Bali Mencuat, Simak Penjelasannya!

“Seperti apa yang menjadi tema Hari Kesehatan Mental Sedunia kali ini agar layanan kesehatan mental dapat diakses semua orang. Pacar Idaman menjadi salah satu alternatif karena pada akhirnya, program ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan mental bagi remaja,” pungkasnya.

Reporter: Komang Ari