Denpasar – Wacana soal “Jambu” (Janji manis ‘busuk’/janji politik) para politisi dalam meraih suara jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta menegaskan, bahwa pihaknya memiliki komitmen untuk berpolitik secara santun, tidak hanya sekedar mengumbar janji tanpa adanya realisasi di masyarakat.

“Jangan mengkhianati apa yang dijanjikan dan ketika terpilih tidak dilaksanakan. Demokrat menerapkan politik santun dan berkomitmen terhadap apa yang disepakati itu dilaksanakan. Pikiran, ucapan dan tindakan harus sejalan sebagaimana kita di Bali mengenal konsep Tri Kaya Parisudha,” ucap Mudarta kepada wacanabali.com, di sela-sela HUT ke-22, Denpasar, Sabtu (9/9/2023).

Menurutnya, para Calon Legislatif (Caleg) diusung Partai Demokrat, menyepakati pakta integritas untuk menjalankan etika politik baik, santun, yang dicontohkan dan menjadi karakter dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga  Tiga Rumah Warga di Pemukiman Padat Penduduk Terbakar

“Politik santun, etika politik kita utamakan dan pegang teguh. Karena elit politik itu harus memberikan pendidikan politik dan contoh yang baik kepada masyarakat. Kalau elitnya sudah bersepakat tapi diingkari apalagi dengan rakyat, bisa jadi 90 persen diingkari,” beber Mudarta, yang juga maju DPR RI Dapil Bali Partai Demokrat nomor urut 1.

Selain itu pihaknya menambahkan, bahwa Partai Demokrat optimis dan yakin bisa meraih 15% kursi dalam gelaran Pemilu 2024 di Provinsi Bali. Secara khusus, menjadi momentum Demokrat untuk lebih memperhatikan rakyat secara lebih berkelanjutan, dan yakin rakyat sudah cerdas dalam memilih mana yang punya komitmen dan mana yang sekedar berjanji manis tapi berkhianat.

Baca Juga  Polemik Penutupan Gunung, Gus Wah: Pantai dan Gunung Sama Sucinya

“Dari hasil Musda (Musyawarah Daerah, red) dan Muscab (Musyawarah Cabang, red) tentu ada peningkatan, kalau persentasinya itu 15 persen. Kami yakin dan optimis dapil di Bali bisa memenuhi target ini,” tegasnya.

Reporter: Krisna Putra

Editor: Ngurah Dibia