Darurat Kesehatan Mental, Masyarakat Diajak Jadi Pendengar yang Baik
Denpasar – Soroti tingginya angka bunuh diri di Bali, Psikolog Klinis Nena Mawar Sari ajak masyarakat peduli terhadap kondisi kesehatan mental.
Menurutnya, edukasi kesehatan mental memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi lebih baik. Sehingga, masyarakat dapat memilih sumber informasi yang akurat dan terhindar dari hoaks yang berujung pada tindakan mendiagnosa diri sendiri (self-diagnosis).
“Self-diagnosis dan hoaks mungkin saja akan tambah memicu kecemasan orang yang memperoleh informasi,” terang Nena kepada Wacanabali.com, Jumat (24/11/23).
Selain itu, peran dan dukungan orang sekitar dinilai penting. Terutama saat seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental membutuhkan teman untuk bercerita, penghakiman dan respon negatif disebut harus dihindari.
“Kita perlu menjadi tempat aman dan nyaman satu sama lain, jangan sampai karena salah persepsi atau salah penanganan. Justru yang tadinya mau curhat jadi menjauh karena kurangnya informasi atau kepedulian kita,” tambahnya.
Terakhir dirinya berharap, masyarakat dapat menjadi pendengar yang baik apabila menemukan teman atau orang sekitar yang ingin bercerita terkait dengan kondisi mental yang dialami.
“Karena seribu nasihat akan dikalahkan dengan sepasang telinga yang mendengarkan,” tutupnya.
Reporter: Komang Ari

Tinggalkan Balasan