Foto: Seekor beruk diamankan dari rumah warga di Kelurahan Banjar Tengah, karena mengamuk. Sedangkan ular sanca seberat 15 kg diamankan dari relokasi Pasar Umum Negara. (Sumber: Wacanabali/Dika)

Jembrana – Petugas pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Jembrana mengamankan satwa dilindungi dan hewan liar. Seekor beruk diamankan dari rumah warga di Kelurahan Banjar Tengah, karena mengamuk. Sedangkan ular sanca seberat 15 kg diamankan dari relokasi Pasar Umum Negara. Saat diamankan ular tersebut masuk ke dalam kandang ayam.

“Dari kemarin sore (Senin-red) kita amankan dua hewan yakni berupa beruk dan ular sanca. Untuk beruk kita amankan dari rumah warga di Kelurahan Banjar Tengah, karena mengamuk lalu dilaporkan ke kita (damkar-red), lalu dengan menggandeng dokter hewan kita bius lalu kita amankan ke mako, karena beruk merupakan satwa dilindungi,” jelas I Kadek Rita Budhi Atmaja selaku Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (2/4/24).

Baca Juga  Babak Baru Kasus Doksing Ngurah Dibia, Polda Bali Periksa sejumlah Saksi

Sementara itu, Selasa pagi (2/4/24), Sugianto (57) seorang pedagang ayam dikagetkan dengan seekor ular sanca, direlokasi Pasar Umun Negara, areal Parkir Pemkab Jembrana.

“Saat hendak mengambil angkring tempat ayam, Sugianto kaget menginjak sesuatu, saat dilihat ternyata seekor ular, sontak orangnya lari ke Mako Damkar untuk melapor,” ujar Rita Budhi.

Atas laporan tersebut regu I Damkar Jembrana langsung mengevakuasi ular tersebut dari kandang ayam milik Sugianto.

“Ular tersebut jenis ular sanca dengan ukuran cukup besar. Ular tersebut memiliki panjang 3,5 meter dan berat 15 kilogram,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rita Budhi menjelaskan setelah diamankan di Mako Damkar Jembrana, beruk dan ular sanca tersebut diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gilimanuk untuk dilepasliarkan.

Baca Juga  Giri Prasta Pimpin Perolehan Suara Polling Pilgub Bali 2024

“Untuk ular sanca, oleh BKSDA dilepasliarkan di hutan Taman Nasional Bali Barat, sedangkan beruk oleh BKSDA akan dibawa ke Jember karena di Bali tidak ada habitatnya,” tandas Rita Budhi.

Reporter: Dika