Denpasar – Mantan aktivis 1998, I Made Pria Dharsana sebut pembubaran People’s Water Forum (PWF) 2024 coreng citra Bali di mata dunia.

Diketahui sebelumnya, forum diskusi tersebut diagendakan pada tanggal 20-23 Mei 2024 di Denpasar. Namun, karena tuai penolakan oleh sejumlah massa yang mengatasnamakan diri sebagai Patriot Garuda Nusantara (PGN), acara tersebut belum bisa dilangsungkan.

Hal ini, tegas Pria Dharsana, melanggar kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat sebagaimana tertuang dalam Pasal 28E ayat 3 UUD 1945.

“Jika ada suara yang berbeda harus dihargai sebagai sebuah kritik dan perbaikan dalam mengambil kebijakan,” terang akademisi Universitas Warmadewa ini kepada wacanabali.com, Selasa (21/5/24).

Sebagai destinasi pariwisata internasional, kata dia, tentu Bali akan menjadi sorotan dunia. Ia khawatir jika hal itu menjadi catatan kemunduran demokrasi dalam perjalanan 25 tahun reformasi Indonesia.

Baca Juga  Putu Sika Apresiasi Pelaksanaan HUT ke-45 STT Candra Aditya

Dirinya beranggapan, ruang diskusi justru akan berdampak positif Bali perlindungan air saat ini.

“Mari kita saling menghargai perbedaan pendapat sepanjang disampaikan dengan kajian dan disampaikan dengan solusi yang membangun,” tandasnya.

Reporter: Komang Ari

Editor: Ngurah Dibia