Denpasar – Keberlanjutan Koalisi Indonesia Maju (KIM) sebagai perpanjangan tangan dari KIM nasional dalam perhelatan pilkada serentak di Bali harus menjadi catatan khusus bagi PDI Perjuangan.

Pasalnya, menurut pengamat politik Universitas Warmadewa Profesor Anak Agung Gede Oka Wisnumurti hal itu merupakan tantangan bagi partai berlambang banteng yang mendominasi di pulau Dewata selama ini.

“Nah kalau kemudian di luar PDIP ini yang disebut Koalisi Indonesia Maju itu mengusung calonnya artinya tantangan bagi PDIP. Karena yang bakalan terjadi adalah head to head antara PDIP dan KIM untuk di Provinsi Bali,” kata Profesor Wisnumurti kepada wacanabali.com, Senin (3/5/24).

Kendati demikian, Dosen Fisip Universitas Warmadewa itu mengatakan persoalannya kemudian ada di KIM. Kata dia, apakah semua mesin partainya bisa bergerak ini tantangannya tersendiri.

Baca Juga  Pengamat: Baliho Tak Efektif untuk Gaet Suara

“Karena bisa jadi yang dimunculkan misalnya pasangan bukan dari partainya. Partai yang mengusung dia akan bekerja total yang kadernya maju, apakah hal yang sama totalitas dukungan itu juga dilakukan oleh partai yang tergabung, ini kan masih menjadi pertanyaan,” jelasnya.

Profesor Wisnumurti kemudian mengatakan kehadiran KIM di Pilkada Bali harus benar-benar ditanggapi serius oleh PDI Perjuangan. Upaya konsolidasi mesti harus dilakukan untuk menghadapi KIM di Bali.

“Artinya bagaimana PDI Perjuangan bisa mengkonsolidasikan kekuatan politiknya dalam rangka menghadapi Koalisi Indonesia Maju baik itu tingkat provinsi maupun kabupaten kota,” tuturnya.

Selanjutnya, dosen Fisip Universitas Warmadewa itu menyampaikan PDI Perjuangan harus melakukan kerja-kerja politik, tidak bisa hanya melakukan klaim-klaim saja.

Baca Juga  Pengamat Sebut Selain PDIP Belum ada Partai Punya Calon Ideal di Pilgub Bali

“Ini kan menjadi tantangan baru bagi PDI Perjuangan, tidak bisa serta-merta melakukan klaim-klaim politik, ia harus melakukan kerja-kerja politik. Karena bagaimana pun KIM juga akan melakukan hal yang sama,” tandasnya.

Reporter: Yulius N