PERAN seorang guru tidak hanya sebatas pada memberikan pengetahuan akademis saja. Namun, Guru merupakan kunci dari keberhasilan pendidikan. Dalam era modern yang penuh dengan perubahan dan perkembangan teknologi, guru dipaksa untuk mampumengembangkan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa secara aktif selamaproses pembelajaran. Guru juga dituntut untukprofesional dan berdedikasi dalam proses pembelajaran guna membentuk lingkungan yang menyenangkan dan bermakna serta dapat menjadiinspirator dan motivator bagi siswa dalam mengukirmasa depannya.
Berbeda dari beberapa negara lainnya yang menganggap bahwa siswa yang mampumemanfaatkan teknologi untuk proses pembelajarankerap dianggap sebagai indikator pendidikan yang maju. Namun, Indonesia memiliki cara tersendiridalam penetapan indikator pendidikan yang maju. Indonesia menganggap bahwa guru atau tenagapendidik lah yang menjadi kunci utama untukmeningkatkan kualitas pendidikan, yaitu dengan caramengoptimalkan kinerja guru melalui bantuanteknologi.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyakhal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkankualitas guru di Indonesia. Masih banyak guru yang beranggapan bahwa pekerjaannya mudah dan hanyauntuk sekedar mencari penghasilan. Anggapan itulahyang menyebabkan nilai moral dan profesionalismemenjadi rendah. Untuk menghasilkan siswa yang berkualitas perlu adanya interaksi dua arah antara guru dan siswanya. Oleh karena itu, pemerintahmenghadirkan platform merdeka belajar gunaterciptanya lingkungan yang interaktif.
Platform merdeka belajar ini diinisiasikan untukmemfasilitasi peningkatan kompetensi guru, sepertikebutuhan guru untuk belajar, kebutuhan guru untukmengajar, dan kebutuhan guru untuk berkarya. Kompetensi guru adalah faktor utama penentukeberhasilan pendidikan. Guru yang berkompetenharus memiliki 4 kompetensi utama: pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesionalisme. Kompetensipedagogik mengharapkan guru dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran menjadi lebih efektif. Kompetensi sosial mengharapkan guru dapatmelakukan interaksi dengan siswa dan orang lain secara positif dan juga dapat memahami dirinyasendiri. Kompetensi kepribadian mengharapkan guru untuk memiliki integritas dan konsistensi dalamtindakan mereka sesuai dengan norma yang ada. Kompetensi profesional mengharapkan guru dapatmengembangkan kemampuan dan mengintegrasikanteknologi secara profesional dalam kegiatanpembelajaran.
Tidak hanya kompeten, guru juga harus memilikipemahaman yang mendalam tentang keberagamansiswa. Siswa yang datang dari perbedaan latarbelakang budaya, agama, dan kecerdasan yang berbeda. Peran guru diperlukan untuk menciptakanlingkungan belajar yang inklusif serta membangunhubungan baik dengan setiap siswanya. Mereka harusmampu menyesuaikan metode pengajaran yang sesuaidengan kebutuhan dan gaya belajar siswanya.
Pemerintah pusat dan daerah juga dapat meningkatkankualitas guru. Salah satu contoh sinergi yang aktifadalah Program Guru Penggerak. Program Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinanbagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama sembilan bulanbagi calon Guru Penggerak. Namun, selama proses pelatihan guru tetap menjalankan tugas mengajarnyasebagai guru.
Guru adalah kunci keberhasilan pendidikan di Indonesia dan guru juga tidak akan pernah bisadigantikan oleh teknologi. Mereka harus memilikikompetensi yang utuh, mampu mengintegrasikanteknologi dalam pembelajaran, dan menciptakanlingkungan inklusif. Penerapan Kurikulum Merdeka, memiliki wawasan terkait keberagaman dan sinergiantara pemerintah pusat dan daerah dapatmeningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, kita harus terus mendukung dan meningkatkan peranguru dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Dengan demikian, kita dapat menciptakanpendidikan yang berkualitas dan berdaya saing di era global. Guru yang profesional dan berdedikasi akanmenjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkankualitas pendidikan di Indonesia.
Penulis
Ni Luh Putu Yunianti Suntari C.
Dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar
Dewa Ayu Nata Arindadistatri
Mahasiswa Universitas Airlangga
