Denpasar – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat luas panen padi pada periode Januari-Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 4,34 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023.

Kondisi ini turut berdampak pada produksi beras yang turun sebesar 5,66 persen dalam kurun waktu tersebut.

Plt. Kepala BPS Provinsi Bali Kadek Agus Wirawan, mengungkapkan penurunan luas panen padi di Bali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi iklim.

Selain itu, dinamika sektor ekonomi juga berkontribusi terhadap berkurangnya luas lahan panen padi. Pada iklim tertentu, kata dia, biasanya petani beralih sementara ke sektor lainnya.

“Misalnya ketika ada sektor yang lebih bagus berhenti bertanam sebentar nanti kembali lagi ke sektor pertanian,” terangnya kepada awak media di Denpasar, Senin (3/3/25).

Baca Juga  Ekspor Bali Januari 2024 Capai 48,96 Juta Dolar AS, Turun 5,74 Persen

Penurunan produksi beras juga tercermin dalam data Subround III (September-Desember 2024), di mana produksi beras hanya mencapai 120,85 ribu ton, turun 5,70 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023.

“Tentu setelah kita rilis nanti menjadi dasar pemerintah dalam mencoba menghitung kebutuhan di Provinsi Bali ini seperti apa,” kata dia.

“Pemerintah pusat juga sedang menggalakkan program ketahanan pangan termasuk sudah ada program seperti penambahan areal tanam untuk sawah. Ini diprogramkan untuk bisa meningkatkan produksi padi atau beras,” sambungnya.

Di sisi lain, ia tidak menampik bahwa luas lahan sawah di Bali tengah mengalami penyusutan.

“Kalau untuk luas lahan sendiri, catatan dinas pertanian itu secara riil memang mengalami penurunan luas areal tanam sawahnya,” imbuhnya.

Baca Juga  BPS Catat Bali Sebagai Provinsi dengan Angka Kemiskinan Terendah di Indonesia

Reporter: Komang Ari