Dikejar Jambret, Pemotor Perempuan Tewas Tabrak Tiang Listrik di Kuta
WacanaBali.com, Badung – Seorang Perempuan inisial JV (46) asal Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten meninggal akibat menabrak tiang listrik karena dikejar jambret di Jalan Pengubengan Kauh, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 23.28 Wita.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama rekan-rekannya dari komunitas motor tengah melakukan perjalanan touring di Bali. Dalam rombongan itu, korban mengendarai sepeda motor Honda ADV dan melaju dari arah utara menuju selatan Pulau Bali.
Namun sebelum insiden terjadi, korban diketahui berada dalam posisi terpisah dari rombongan. Jaraknya cukup jauh, baik dari rekan yang berada di depan maupun di belakang. Kondisi itu diduga telah dimanfaatkan para pelaku untuk mengincar korban.
Sesampainya di lokasi kejadian, tiga pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario mendekati korban dari sisi kiri. Salah satu pelaku kemudian berusaha merampas tas korban yang berada di sebelah kiri motor.
Tarik-menarik pun tak terhindarkan hingga kendaraan korban kehilangan keseimbangan, oleng ke kiri, dan menghantam tiang listrik. Sementara itu, sepeda motor pelaku juga oleng dan terjatuh ke sisi kanan badan jalan.
“Saat tarik-tarikan itu, kedua pengendara terjatuh. Korban oleng ke kiri menabrak tiang listrik, sedangkan motor pelaku oleng ke kanan terjatuh di badan aspal. Karena gagal tarik tas korban dan panik dipergoki,para pelaku langsung kabur dari lokasi,” ujar Kompol Agus saat ditemui di Mapolsek Kuta Utara, Senin (9/2/2026).
Rombongan korban yang berada di belakangnya baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapati korban tergeletak dan tidak sadarkan diri di trotoar. Korban kemudian dilarikan ke RSU Garba Med, Kerobokan Kaja, Badung.
“Korban meninggal di rumah sakit. Jenazahnya sudah dibawa ke Tanggerang kemarin, Minggu (8/2). Hingga saat ini, belum ada koordinasi lanjutan dengan pihak keluarga maupun teman klub motor korban,” ujarnya.
Kompol Agus Pasek mengatakan menindaklanjuti kejadian itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memintai keterangan saksi-saksi di lokasi dan mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar TKP. Hingga saat ini sebanyak 14 titik CCTV yang diamankan pihak kepolisian.
Dia menambahkan, dari penyelidikan awal para pelaku diduga pemain pemula yang dengan modus spontanitas.
“Kenapa kami menyebut para teduga pelaku ini spontanitas karena mereka beraksi menyasar siapa saja secara spontanitas asal ada kesempatan. Kami juga belum memastikan secara detail dari ketiga pelaku yang menarik tas korban itu pelaku yang mana,” pungkasnya.
Reporter: Yulius N

Tinggalkan Balasan