Wacanabali.com, Jembrana– Usai Operasi Ketupat 2026, Polres Jembrana melakukan Kegiatan Operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) 2026. Kegiatan ini difokuskan kepada pengamanan pintu masuk Bali pasca lonjakan arus balik dari Jawa ke Bali melalui penyeberangan lintas Ketapang Gilimanuk. Puluhan personel diterjunkan guna melakukan pemeriksaan di pintu masuk Bali atau Pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (26/3/26).

Dalam kegiatan tersebut, petugas melaksanakan pemeriksaan terhadap kendaraan, orang, serta barang bawaan yang masuk ke wilayah Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Pemeriksaan dilakukan secara profesional, humanis, dan sesuai standar operasional guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif.
Sebanyak 21 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut.

Padal Pos 2 (Pintu Masuk Bali) AKP I Putu Suparta, men yampaikan Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan penuh kewaspadaan. Menurutnya kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan wilayah Bali dari potensi gangguan kamtibmas.

Baca Juga  Ratusan Personel Amankan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri di Kabupaten Jembrana

“Kami melaksanakan pemeriksaan secara selektif dan humanis terhadap kendaraan, orang, maupun barang bawaan yang masuk ke Bali. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya hal-hal yang mencurigakan, dan situasi tetap aman serta lancar,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Jembrana dalam memberikan jaminan keamanan serta kenyamanan bagi masyarakat, khususnya di pintu gerbang utama Pulau Bali.

Suasana arus balik dari Pulau Jawa ke Bali terus mengalir. Setiap bongkaran kapal yang sandar di dermaga Pelabuhan Gilimanuk dipenuhi oleh kendaraan pemudik yang kembali ke berbagai Kabupaten di Bali. Lonjakan arus balik akan terus mengalir hingga puncak arus balik kedua yang diprediksi terjadi pada 28-29 Maret 2026.

Baca Juga  Mayat Nelayan Mengapung di Perairan Sembulungan, Teridentifikasi Warga Banyuwangi