Wacanabali.com, Denpasar – Kesehatan masyarakat Bali atau krama Bali menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Bali, I Wayan Koster, dalam pertemuan bersama BPJS Kesehatan di Jayasabha, Denpasar, Jumat (3/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster mendorong BPJS Kesehatan untuk terus memperluas layanan kesehatan yang berkualitas hingga ke tingkat puskesmas. Upaya ini dilakukan agar seluruh masyarakat Bali dapat mengakses layanan kesehatan secara merata tanpa terkendala biaya.

“Kami ingin memastikan seluruh krama Bali bisa berobat dengan tenang. Pelayanan kesehatan harus semakin dekat, mudah dijangkau, dan berkualitas hingga ke tingkat paling bawah,” ujar Koster.

Capaian Universal Health Coverage (UHC) di Bali juga menunjukkan hasil positif. Hingga saat ini, tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan di Bali telah mencapai 98 persen, menjadikan provinsi ini masuk dalam 10 besar nasional sebagai daerah paling aktif dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan.

Baca Juga  Kemendagri Terima dan Proses Raperda Penambahan Modal BPD Bali

Selain itu, dukungan anggaran yang besar juga terus diberikan untuk memperkuat layanan kesehatan. Pada tahun 2025, BPJS Kesehatan telah mengucurkan dana sekitar Rp300 miliar untuk pelayanan di sejumlah rumah sakit, seperti RS Bali Mandara, RS Mata Bali Mandara, RS Manah Shanti Mahottama, dan RS Dharma Yadnya.

Koster menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan harus terus diperkuat guna menjaga kualitas layanan. “Dengan dukungan anggaran dan komitmen bersama, kami optimistis pelayanan kesehatan di Bali akan semakin baik dan merata,” tegasnya.