Wacanabali.com, Jembrana – Setelah menempuh perjalanan panjang dari Guyana, Amerika Selatan, jenazah I Komang Tedy Arsa Biantara Putra (24), akhirnya tiba di rumah duka di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Senin (21/09/26).

Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah tiba sekitar pukul 11.12 Wita. Kepulangan itu menjadi momen terakhir bagi Komang Tedy untuk kembali ke tanah kelahirannya setelah bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.

Jenazah Komang Tedy dijemput pihak keluarga didampingi petugas dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupatren Jembrana, serta perwakilan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, I Komang Gunawan mengatakan, proses pemulangan jenazah berlangsung lancar hingga tiba di rumah duka.

Lanjutnya, sebelum tiba di rumah duka, jenazah Komang Tedy terlebih dahulu mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, sekitar pukul 07.30 Wita. Selanjutnya, pihak BP3MI Bali melakukan proses serah terima jenazah untuk kemudian dibawa menuju Perancak bersama perwakilan keluarga.

“Astungkara, proses pemulangan (Komang Tedy) dari bandara hingga tiba sekitar pukul 11 siang berjalan dengan lancar, saat ini jenazah almarhum sudah disemayamkan di rumah duka,” jelasnya.

Proses pemulangan jenazah disebut telah dikoordinasikan oleh pihak agency bersama pihak terkait di negara tempat Komang Tedy bekerja.

Di balik kepulangan tersebut, Disnaker Jembrana kembali mengingatkan masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri agar memastikan keberangkatan dilakukan melalui prosedur resmi.

“Kami harap masyarakat agar berangkat tetap secara prosedural untuk menjamin keamanan dan mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi,” harapnya.

Saat ini Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupatren Jembrana, serta Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali, terus mengawal supaya hak-hak korban terpenuhi.

“Pasti terpenuhi, kita saat ini sedang mengupayakan hal tersebut dengan pihak agency, untuk biaya kepulangan semua ditanggung karena Komang Tedy merupakan PMI procedural (legal),” ungkap Ketua Tim Perlindungan dan Pemberdayaan Program BP3MI Bali, saat ditemui di rumah duka.

Lanjutnya, proses pemulangan jenasah Komang Tedy sempat terkendala adanya penutupan penerbangan akibat meletusnya gunung Anak Krakatau.

“Yang saya dapatkan kendalanya hanya karena adanya penutupan bandara, selain itu tidak ada,”katanya.

Dengan kedatangan jenazah Komang Tedy dirumah duka, pihak keluarga berencana melakukan prosesi pengabenan pada Kamis, (24/09/26).

Komang Tedy sebagai PMI di Negara Guyana dan bekerja di kapal Offshore. Keberangkatan Komang Tedy merupakan yang kedua kalinya. Namun naas Tuhan berkehendak lain, saat perjalanan dari bandara menuju hotel, kendaraan yang menjemput Komang Tedy dan rekan-rekanya sesame PMI mengalami kecelakaan di Jalan Raya Timehri, Guyana pada Jumat 27 Agustus 2026 waktu setempat. Dua orang PMI dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, salah satunya Komang Tedy.