Wacanabali.com, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) The St. Regis Bali Resort Nusa Dua Group yang disalurkan kepada sejumlah kelompok seni, masyarakat, dan desa adat di Bali.

Penyerahan bantuan CSR tersebut berlangsung di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/10/2026). Bantuan diberikan kepada sejumlah kelompok dan pengempon pura di Kabupaten Buleleng untuk mendukung kegiatan adat, seni tradisi, serta pelestarian budaya Bali.

Penerima bantuan di antaranya Br. Adat Bukit Seni, Desa Sembiran; Sekehe Angklung Genta Kencana, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu; serta Sekaa Baris Buleleng, Desa Adat Pacung, Kecamatan Tejakula.

Bantuan juga diberikan kepada Sekaa Teruna Semeton Dukuh Kauh, Desa Sembiran; kelompok pengadaan seragam Karang Wreda Samirana Santhi, Desa Sembiran; Sekaa Gambuh Desa Adat Pacung; serta Pengempon Pura Merajan Bengkel Buleleng Bendesa Mas, Desa Bengkel.

Baca Juga  9 Tahun Kebijakan Aksara Bali, Koster Dorong Pelestarian Jati Diri Bali

Gubernur Koster menyampaikan terima kasih kepada St Regis atas dukungan yang diberikan kepada kelompok seni dan masyarakat adat. Menurutnya, bantuan tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, seni, dan budaya Bali.

“Terima kasih atas CSR dari St Regis untuk melestarikan budaya Bali dan seni tradisi. Gunakan dengan baik dan bertanggung jawab,” ujar Koster.

Koster meminta seluruh penerima memanfaatkan bantuan sesuai dengan peruntukannya sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi kegiatan adat dan seni tradisi di masing-masing wilayah.

Ia menegaskan, Bali memiliki kekayaan adat dan budaya yang unik sehingga pelestariannya perlu dilakukan secara bersama-sama agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Baca Juga  Wisman Belgia Ini Sebut Arak Lebih Nikmat daripada Sake

“Bali hanya punya adat dan seni budaya yang unik. Kita harus melestarikan semuanya,” kata Koster.

Koster juga mengapresiasi peran dunia usaha yang turut memberikan dukungan terhadap keberadaan kelompok seni tradisi dan masyarakat adat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat memperkuat upaya pelestarian kebudayaan Bali.

Sementara itu, Direktur Marketing dan Komunikasi St Regis, Clarissa Claudia, mengatakan pemberian CSR tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Bali.

Menurut Clarissa, St Regis berupaya berkontribusi terhadap keberlangsungan seni tradisi yang berkembang di Bali sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Ia juga menyebutkan program CSR tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap program dan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Bali.

Baca Juga  Bikin Program Penegakan Hukum di Desa, Gubernur Koster Puji Upaya Kajati Bali

Bantuan CSR yang disalurkan memiliki nilai yang bervariasi sesuai kebutuhan dan peruntukan masing-masing penerima, mulai dari Rp50 juta hingga Rp350 juta. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan adat, seni, dan pelestarian budaya.

Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi Bali, khususnya di tingkat desa adat dan komunitas.