Wacanabali.com, Jembrana – Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di tengah teriknya matahari membuat sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan di Kabupaten Jembrana, Rabu (14/10/2026). Sedikitnya tiga warga dilaporkan jatuh sakit saat mengantre di SPBU Kepuh. Salah satunya bahkan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kelangkaan BBM di Jembrana memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Warga bahkan mulai mengantre sejak tengah malam, sebelum pasokan BBM tiba di SPBU. Antrean kendaraan terus mengular hingga Rabu siang.

Lamanya waktu menunggu, ditambah paparan cuaca panas, membuat sejumlah warga kelelahan. Di SPBU dengan nomor 54.822.13 tersebut, sedikitnya tiga warga membutuhkan pertolongan medis setelah mengalami gangguan kesehatan saat mengantre.

Baca Juga  Antrean BBM Belum Terurai, Koster Putuskan WFH Tiga Hari

Petugas Satuan Samapta dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Jembrana yang berjaga untuk mengamankan antrean kendaraan sigap memberikan pertolongan. Warga yang mengalami gangguan kesehatan dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Satu orang di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit.

Ps. Kasi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, mengatakan salah seorang warga mengalami kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri saat mengantre BBM. Petugas kemudian memberikan pertolongan pertama sebelum merujuk pasien ke Rumah Sakit BaliMed.

“Ada warga yang mengalami kejang-kejang tidak sadarkan diri saat mengantre. Kami melakukan pertolongan pertama dan dilanjutkan dengan merujuk ke Rumah Sakit BaliMed,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela pengamanan antrean BBM.

Baca Juga  Antrean BBM Mengular, Koster Desak Pertamina Percepat Pasokan dan Distribusi

Pasien tersebut diketahui berinisial NKHKA (20), warga Kecamatan Mendoyo. Berdasarkan keterangan awal, pasien memiliki riwayat epilepsi dan rutin menjalani pengobatan.

“Selain kelelahan karena mengantre dari subuh, pasien juga memiliki riwayat penyakit epilepsi,” imbuh Aiptu Adi Sadnyana.

Ia mengatakan, hingga Rabu siang, terdapat tiga warga yang mengalami gangguan kesehatan saat mengantre BBM di SPBU Kepuh. Dua warga lainnya mendapatkan penanganan langsung di lokasi dan tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan ketika mengantre BBM, terutama warga yang memiliki riwayat penyakit dan harus menjalani pengobatan secara rutin.

“Kami harapkan warga tidak memaksakan diri mengantre di tengah cuaca panas dan lamanya antrean,” ujarnya.

Baca Juga  Koster Turun Tengah Malam, Depo Pesanggaran Dikebut, 5 Juta Liter BBM Disiapkan

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Sie Dokkes Polres Jembrana melakukan patroli ke sejumlah SPBU yang mengalami antrean panjang. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau kondisi warga sekaligus memastikan pertolongan medis dapat diberikan dengan cepat apabila terjadi keadaan darurat.