Atasi Pemadaman Bergilir, Nusa Penida Segera Dapat Tambahan Mesin 2 MW
Wacanabali.com, KLUNGKUNG – Pemerintah Kabupaten Klungkung berkoordinasi dengan PT PLN untuk mengantisipasi pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kecamatan Nusa Penida. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendatangkan mesin pembangkit berkapasitas 2 megawatt (MW) dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada pekan ini.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Bupati Klungkung I Made Satria bersama Manajer PLN UP3 Bali Timur I Made Arya beserta jajaran, didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, di Rumah Jabatan Bupati Klungkung, Senin malam (12/10).
Usai pertemuan, Bupati Satria menyampaikan bahwa penambahan mesin tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan listrik selama mesin yang ada menjalani perbaikan.
“Minggu ini akan ada tambahan mesin dari Mataram dengan kapasitas 2 MW untuk membackup mesin yang sedang diperbaiki. Kami berharap langkah ini dapat membantu mengantisipasi pemadaman listrik bergilir yang terjadi saat ini,” ujar Satria.
Selain penambahan mesin dalam waktu dekat, Pemkab Klungkung bersama PLN juga mengantisipasi kebutuhan listrik Nusa Penida melalui rencana penambahan mesin pembangkit berkapasitas 5 MW pada akhir November 2026.
Menurut Satria, penambahan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperkuat keandalan pasokan listrik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik.
“Pada akhir November ini juga akan ada penambahan mesin dengan kapasitas 5 MW. Dengan tambahan tersebut, diharapkan pasokan listrik di Nusa Penida semakin terjaga sehingga kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik,” ungkapnya.
Pemadaman listrik bergilir menjadi perhatian karena pasokan listrik yang andal dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat dan kegiatan perekonomian di Nusa Penida. Melalui koordinasi dengan PLN dan rencana penambahan mesin pembangkit secara bertahap, Pemkab Klungkung berharap gangguan pasokan listrik di wilayah kepulauan tersebut dapat diantisipasi.
Penambahan mesin berkapasitas 2 MW pada pekan ini menjadi langkah jangka pendek untuk mendukung mesin yang sedang diperbaiki. Sementara itu, rencana penambahan 5 MW pada akhir November diharapkan semakin memperkuat kapasitas pasokan listrik di Nusa Penida.

Tinggalkan Balasan