Wacanabali.com, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung meneguhkan komitmen dalam menjaga toleransi dan perdamaian melalui doa bersama lintas agama di Monumen Ground Zero, Jalan Legian, Kuta, Senin (12/10) malam. Kegiatan ini digelar untuk memperingati 24 tahun tragedi Bom Bali I pada 2002 sekaligus mengenang peristiwa Bom Bali II pada 2005.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri perwakilan konsulat jenderal negara sahabat, anggota DPD RI, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para penyintas, serta keluarga korban.

Mewakili Bupati Badung, Asisten Bidang Administrasi Umum Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, menyampaikan bahwa peringatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para korban sekaligus merawat kerukunan dan perdamaian.

Baca Juga  Pisah Sambut Bupati dan Wakil Bupati Badung AdiCipta Ucapkan Terima kasih Untuk GiriAsa

Menurutnya, mengenang tragedi masa lalu bukan berarti membuka kembali luka, melainkan menjadikannya pelajaran agar peristiwa serupa tidak terulang. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkab Badung tengah mempercepat pembangunan Museum Perdamaian Bali sebagai ruang penghormatan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

“Sebagai bentuk penghormatan dan wadah edukasi, Pemkab Badung sedang membangun Museum Perdamaian Bali. Mudah-mudahan tahun ini bisa diselesaikan,” ujar Wijana.

Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal Bali, seperti Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi, dalam memperkuat persaudaraan serta menjadi landasan untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme.

Wijana mengajak desa adat, pecalang, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk terus bersinergi menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat, termasuk mendukung terciptanya lingkungan pariwisata yang aman dan nyaman.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Resmikan Taman Bermain Ramah Anak “Mangupura” Badung

“Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan. Dari Badung, kita ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Bali aman, damai, dan terbuka untuk semua orang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Badung yang juga Ketua Panitia, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga korban, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah keberagaman.

Ia menegaskan, tragedi Bom Bali harus menjadi pengingat akan pentingnya persatuan, penghormatan terhadap perbedaan, dan kepedulian antarsesama sebagai fondasi dalam mewujudkan Bali yang aman dan beradab.

“Tragedi masa lalu menjadi pengingat bahwa persatuan, penghormatan terhadap perbedaan, dan kepedulian antarsesama adalah modal utama mewujudkan Bali yang aman dan beradab,” tutup Mas Arimbawa.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Tatap Muka dengan FK2D se-Abiansemal Harapkan Tingkatkan Sinergitas dan Ikuti Kebijakan Pemerintah

Melalui peringatan ini, Pemkab Badung berharap semangat toleransi dan perdamaian terus terpelihara, sehingga nilai kemanusiaan dan kerukunan lintas agama tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bali.