Denpasar – Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menjadikan isu emisi nol bersih (Net Zero Emissions) dalam salah satu materi debat pilkada serentak.

Sekretaris Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, Sofwan Hakim menyampaikan isu tentang emisi nol bersih sudah semestinya menjadi fokus para kandidat dalam pilkada Bali. Hal ini dinilai penting lantaran perubahan iklim semakin nyata terjadi.

“Kami akan bersurat untuk beraudiensi dengan KPUD Bali untuk memberikan topik-topik iklim dan lingkungan yang nantinya perlu dibahas dalam debat pilkada nanti,” ujar Sofwan Hakim saat ditemui di The Mahendra Coffe dalam diskusi Peta Jalan Pilkada Bali 2024 yang diselenggarakan oleh IESR, Jumat (30/8/24).

Baca Juga  KPU Bali: Kedua Pasang Bacalon Gubernur Sehat Jasmani Rohani

Usulan tersebut selain disampaikan kepada KPU Bali, Hakim juga mengatakan untuk para calon kepala daerah di tingkatan provinsi maupun kabupaten/kota se-Bali mesti menjadikan isu Net Zero Emissions sebagai visi-misi.

“Harapannya ini dijadikan inspirasi untuk program dan visi-misi calon gubernur maupun wakil gubernur, walikota dan wakil akil Walikota begitupun bupati dan wakil bupati yang ada. Jadi harapannya ada pembahasan mengenai isu lingkungan dalam debat pilkada atau proses lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Hakim, di beberapa periode sebelumnya, isu tentang Net Zero Emissions sudah dibahas, bahkan ada beberapa yang sudah dieksekusi namun belum optimal.

“Untuk infrastruktur energi terbarukan secara regulasi sudah sangat baik, tapi butuh banyak kerjasama, Pemerintah, aktor lokal maupun swasta dalam implementasi dari proyek energi terbarukan,” jelasnya.

Baca Juga  KPU Bali Antisipasi Kecurangan Pemilu 2024

Dengan demikian, Hakim menegaskan, pihaknya mengusung pembahasan terkait isu Net Zero Emissions baik dalam debat yang paslon maupun visi-misi setiap kandidat.

“Pencapaian energi bersih, atau pun transisi energi. Bagaimana proses tahapan harus dilakukan dalam lima tahun kedepan, kemudian bagaimana terkait dengan isu pengelolaan limbah yang harus ada langkah yang dilakukan oleh para pasangan calon dan dituangkan dalam visi-misi tersebut,” pungkasnya.