Wacanabali.com, Jembrana – Antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, akibat air laut surut, tak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga memicu kerusakan fasilitas warga. Sebuah truk cold diesel boks menabrak hingga merobohkan gapura lingkungan saat melintas di gang permukiman, Kamis (29/10/26) dini hari.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, menjelaskan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 Wita di gapura batas Lingkungan Arum dan Lingkungan Asih, tepatnya di sebelah Masjid Besar Al-Mubarok, Kelurahan Gilimanuk.

Menurutnya truk tersebut masuk ke Gang 1 untuk mencari jalur alternatif karena jalan utama dipadati kendaraan yang mengantre menuju pelabuhan. Saat hendak kembali ke jalan utama, bagian boks truk yang berukuran panjang menyenggol gapura hingga roboh.
“Karena jalur utama penuh, sopir truk cold diesel boks mengarahkan kendaraannya masuk gang, saat kembali ke jalan utama kendaraan menyenggol gapura tersebut hingga roboh,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/26) siang.

Baca Juga  Ogah Ditangkap, Pelaku Curanmor Terjun ke Laut

Lanjut Gus Tony, antrean kendaraan mulai terjadi sejak Rabu (28/10/26) sekitar pukul 15.00 Wita. Awalnya, penumpukan mencapai kawasan gereja, kemudian memanjang hingga Tugu Cekik dengan panjang antrean sekitar 3 kilometer dari area pelabuhan.

Kondisi tersebut dipicu surutnya air laut di bawah ambang batas toleransi sehingga kapal kesulitan bersandar di dermaga LCM. Aktivitas bongkar muat pun terhambat dan baru dapat kembali berjalan normal saat air laut pasang.

Kepadatan kendaraan juga mengganggu aktivitas warga, terutama pedagang yang hendak menuju pasar. Warga akhirnya menutup akses jalan belakang pasar untuk mencegah gang permukiman dipadati kendaraan yang menghindari antrean.
“Setiap terjadi antrean panjang banyak kendaraan mengambil jalan alternatif, hal ini mengganggu aktivitas warga,”ujarnya.

Baca Juga  Begal Motor Ceburkan Diri ke Laut Ternyata Baru Lepas dari Tahanan

Pihaknya menambahkan, gang memang dapat digunakan sebagai jalur alternatif saat terjadi kemacetan, tetapi penggunaannya lebih diprioritaskan bagi kendaraan kecil, travel, pikap, dan jenis Colt Diesel.