Ratusan Mangrove di Benoa Mati, Nyoman Parta Minta APH Usut Tuntas
Wacanabali.com, Denpasar – Ratusan pohon mangrove di kawasan Pelindo Benoa, persis di pinggir barat jalan pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan, dilaporkan mati.
Diperkirakan 200-300 pohon mangrove jenis Sonneratia Alba (prapat), Rhizophora Apiculata (bakau), Avicennia Marina (api-api) mati mendadak di kawasan tersebut. Kematian ratusan pohon mangrove itu diduga karena kebocoran pipa BBM di lokasi tersebut.
Hal itu ditemukan oleh Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta. Saat melintas di Tol Bali Mandara sepulangnya dari Jakarta, Ia mengaku terkejut melihat kondisi mangrove di kawasan itu mengering.
Ia kemudian menepikan mobil lalu mencari nelayan untuk meninjau langsung bersama Komunitas pecinta Mangrove yang sangat memahami persoalan mangrove yaitu Mangrove Ranger dan kelompok nelayan Simbar Segara.
Setelah melakukan pendalam sementara Nyoman Parta menduga ratusan mangrove itu mati karena adanya pipa BBM milik pertamina yang bocor. Dugaan ini diperkuat karena pada sekitar November 2025 ada pemeliharaan atau perbaikan pipa BBM jalur distribusi dari Pelabuhan Benoa ke Pangkalan Pertamina Pesanggaran.
Para pecinta mangrove juga menyapaikan hal serupa, bahwa pohon-pohon mangrove tersebut mulai layu di bulan itu. Diduga kuat pada saat itulah ada kebocoran pipa BBM sehingga terjadinya rembesan minyak penyebab matinya mangrove.
“Saya curiga ini matinya tidak faktor alami. Memang perlu dibuktikan tapi berdasarkan informasi awal ada kebocoran pipa milik pertamina atau perusahaan yang ada di sini,” kata Nyoman Parta usai meninjau langsung kematian ratusan mangrove di kawasan itu, Jumat (20/2/2026).
Nyoman Parta lantas meminta pihak Tahura, Pelindo, Jasa Marga, Pertamina dan Indonesia Power untuk bertanggung jawab.
Ia juga meminta pihak penegakan hukum untuk mengusut tuntas siapa dalang dan harus bertanggung jawab atas matinya ratusan pohon mangrove tersebut.
“Saya mohon kepada pihak Polda Bali, Kejati Bali untuk mengusut siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Ini pohon mangrove di pinggir jalan yang bisa dilihat oleh semua orang, masa dibuat mati tanpa pertanggungjawaban,” tegasnya.
Reporter: Yulius N

Tinggalkan Balasan