Wacanabali.com, Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong penguatan sport science dan pembangunan infrastruktur olahraga sebagai langkah strategis meningkatkan prestasi atlet daerah. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menerima jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (6/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Giri Prasta menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan olahraga dan pembinaan atlet berprestasi sesuai kewenangan serta ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga oleh sistem pembinaan yang terstruktur dan dukungan fasilitas yang memadai.

“Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen mendukung pembinaan olahraga. Atlet berprestasi harus didukung dengan sistem pelatihan yang baik serta fasilitas yang memadai,” ujar Giri Prasta.

Ia menekankan bahwa penerapan sport science, pemanfaatan teknologi pembinaan, serta penyediaan sarana olahraga yang representatif menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing atlet Bali di tingkat nasional maupun internasional.

“Sport science dan infrastruktur pendukung harus menjadi perhatian. Fasilitas yang representatif sangat penting bagi pembinaan atlet,” tegasnya.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Hadiri Inauguration Night JCI 2026, Dorong Kolaborasi Wujudkan Bali Era Baru

Selain itu, Giri Prasta juga menyoroti pentingnya renovasi sejumlah gedung olahraga (GOR) agar lebih representatif dan mampu menunjang berbagai kegiatan olahraga. Menurutnya, GOR perlu memiliki tribun yang lebih baik serta dilengkapi fasilitas pendukung seperti area komersial atau outlet yang dapat meningkatkan kenyamanan penonton.

“GOR perlu direnovasi agar lebih representatif. Kita harus menyediakan fasilitas yang baik bagi cabang olahraga dan para atlet,” katanya.

Wakil Gubernur Bali yang juga turut serta dalam kontestasi Pemilihan Ketua KONI Bali periode 2026–2030 itu menambahkan bahwa evaluasi terhadap hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan prestasi Bali pada ajang berikutnya.

Evaluasi tersebut meliputi pembinaan atlet, kesiapan venue, sistem pelatihan, hingga regulasi yang dapat memberikan kepastian bagi proses pembinaan olahraga. Dengan langkah tersebut, Bali diharapkan mampu melampaui capaian medali emas pada PON sebelumnya yang digelar di Aceh dan Sumatra Utara.

“Cabang olahraga pendulang medali harus kita dukung penuh. Peran pelatih juga sangat penting untuk menghasilkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Tegaskan Dukungan Bali terhadap Program PSEL Nasional

Ia juga menilai cabang olahraga olimpik perlu mendapatkan perhatian khusus karena memiliki potensi besar dalam menyumbang medali. Beberapa cabang bahkan memungkinkan satu atlet meraih lebih dari satu medali dalam satu ajang kompetisi.

“Cabang olahraga seperti renang memiliki peluang besar karena satu atlet bisa meraih beberapa medali sekaligus. Ini harus kita dorong pembinaannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Bali Gusti Ngurah Oka Darmawan menyampaikan bahwa Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Bali dijadwalkan berlangsung pada 23 Maret 2026. Saat ini proses seleksi bakal calon ketua telah dimulai dengan tiga kandidat yang akan maju dalam pemilihan.

“Kami mengundang Bapak Wakil Gubernur untuk hadir dalam pemaparan visi dan misi para calon Ketua KONI Bali pada Musprov mendatang,” kata Oka Darmawan.

Ia menjelaskan bahwa KONI Bali saat ini membawahi sekitar 60 cabang olahraga (cabor). Meski capaian prestasi olahraga Bali dinilai cukup baik, pembinaan yang lebih terarah tetap diperlukan agar prestasi tersebut dapat terus meningkat di masa mendatang.

Salah satu perhatian penting, lanjutnya, adalah menjaga agar atlet-atlet berprestasi Bali tidak berpindah ke daerah lain. Hal itu dapat dilakukan dengan meningkatkan kesejahteraan atlet serta memastikan program pembinaan berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Mendem Pedagingan di Gelgel, Giri Prasta Dukung Kesucian Pura dan Kenyamanan Umat

“Kesejahteraan atlet menjadi perhatian serius agar tidak terjadi perpindahan atlet berprestasi Bali ke daerah lain. Kami juga terus memetakan cabang olahraga yang menjadi andalan dan berpotensi menyumbang prestasi,” jelasnya.

Oka Darmawan juga mengungkapkan bahwa anggaran KONI Bali pada tahun 2026 sebesar Rp8 miliar. Dana tersebut diharapkan mampu mendukung program pembinaan atlet sekaligus persiapan menghadapi berbagai kejuaraan nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional mendatang.

Terkait target prestasi, ia menyebut bahwa pada PON berikutnya Bali akan kehilangan 11 cabang olahraga yang tidak lagi dipertandingkan. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan perhitungan target dengan memaksimalkan potensi cabang olahraga yang tersisa.

“Dengan kondisi saat ini, Bali menargetkan bisa meraih 21 medali emas pada PON NTT 2028,” katanya.

Ia menambahkan bahwa cabang olahraga olimpik tetap menjadi fokus utama pengembangan karena memiliki peluang besar dalam perebutan medali, di antaranya renang, atletik, sepatu roda, dan dayung.