Wacanabali.com, Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster akhirnya menemui Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali (FPDPB) setelah beberapa kali para driver bersurat untuk audensi terkait Perda ASKP yang masih berproses di Kemendagri. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Bali, Kamis (12/3/2026).

Dalam pertemuan itu, Koster memastikan akan mengawal Peraturan Daerah tentang Angkutan Sewa Khusus Pariwisata yang sedang berproses di Kementerian Dalam Negeri.

Kata Koster, dalam pembahasan perda tersebut terdapat sejumlah isu dan ketentuan yang dinilai agak sensitif sehingga perlu dibahas secara hati-hati.

“Peraturan daerah itu baru bisa berlaku kalau sudah mendapat fasilitasi dari Kementerian Dalam Negeri. Pembahasannya di sana cukup alot, tetapi saya terus memantau setiap perkembangan yang terjadi,” ujar Koster.

Baca Juga  Pimpin Buleleng, Begini Harapan Gubernur Koster untuk Sutjidra-Supriatna

Kendati demikian, Koster menegaskan dirinya tidak akan mundur dari enam poin krusial yang menjadi substansi Perda ASKP seperti pengunaan KTP Bali, plat motor Bali, serta tentang tarif angkutan.

“Soal enam poin itu, sedikitpun saya tidak mundur. Saya sudah menugaskan Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Biro Hukum untuk terus memperjuangkan agar perda ini bisa lolos dalam pembahasan,” katanya.

Sementara itu, Kordinator Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali I Made Darmayasa mengapresiasi komitmen Gubernur Koster untuk mempercepat perjuangan pengesahan Perda ASKP di Kemendagri.

“Pak Gubernur menyampaikan sangat mendukung Perda ini. Bahkan beliau menyampaikan akan tetap bertahan (soal 6 isu krusial) dan berkomunikasi dengan pusat agar cepat perda ini mendapat nomor registrasi,” terangnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Terima Wakil Dubes Arab Saudi, Bahas Peningkatan Wisatawan ke Bali

Ia berharap perda tersebut dapat segera mendapatkan nomor registrasi sehingga tata kelola transportasi pariwisata di Bali menjadi lebih tertib.

Ia juga mengingatkan jika proses tersebut terus berlarut, para driver tidak menutup kemungkinan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kalau terlalu lama tentu ada aksi lanjutan. Bisa saja nanti lebih besar, 10 ribu sampai 15 ribu orang,” tandasnya.

 

Reporter: Yulius N