Wacanabali.com, Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali memperkuat komitmen menjaga kerukunan umat beragama menjelang dua hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Gubernur Bali Wayan Koster menggelar rapat koordinasi lintas majelis agama di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Selasa (11/3), untuk memastikan kedua perayaan berlangsung khidmat, aman, dan tetap menjaga keharmonisan di Pulau Dewata.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Wayan Koster menegaskan Bali harus tetap menjadi contoh toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Ia menyebut seluruh majelis agama telah sepakat untuk saling menghormati agar pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu kekhusyukan masing-masing umat.

Baca Juga  PDRB Per Kapita Bali Setara Filipina, Lampaui India, Mesir hingga Negeria

“Kesepakatannya supaya semuanya berjalan dengan baik, menjaga toleransi, kerukunan, dan keharmonisan antarumat beragama di Bali,” ujar Koster saat memimpin rapat koordinasi tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bersama seluruh masyarakat agar menjaga situasi kondusif, terutama di tengah aktivitas ibadah yang berlangsung hampir bersamaan. Pemerintah daerah bersama tokoh agama dan masyarakat diminta terus mengedukasi umat agar mengedepankan sikap saling menghormati.

Sementara itu, terkait tanggal pasti perayaan Idulfitri, Pemerintah Provinsi Bali menyatakan tetap menunggu keputusan resmi pemerintah pusat melalui sidang isbat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keseragaman pelaksanaan hari raya bagi umat Islam di seluruh Indonesia.

Ketua PWNU Bali, Abdul Aziz, turut mengimbau umat Islam di Bali untuk menjaga suasana toleransi saat pelaksanaan Nyepi. Ia mengajak masyarakat menjalankan ibadah dengan bijak, terutama bagi yang tinggal jauh dari masjid.

Baca Juga  Bikin UMKM Tak Berdaya, Koster Akan Batasi Pembangunan Minimarket di Bali

“Jika lokasi masjid cukup jauh, umat bisa melaksanakan ibadah secara sederhana dan terbatas di lingkungan masing-masing agar tetap menghormati suasana Nyepi,” ujar Abdul Aziz.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, Bali kembali menunjukkan diri sebagai daerah yang mampu merawat harmoni keberagaman. Masyarakat juga diimbau bijak menggunakan media sosial agar tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.