Gubernur Koster Perkuat Perlindungan Pesisir Lewat Mangrove
Wacanabali.com, Denpasar – Komitmen menjaga kelestarian alam Bali kembali diperkuat melalui gerakan penanaman mangrove yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kegiatan ini berlangsung di Mangrove Arboretum Park, Denpasar, Jumat (10/4/2026), dan dihadiri langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
Dalam kesempatan tersebut, Wayan Koster menegaskan bahwa penanaman mangrove menjadi langkah mendesak untuk menekan dampak abrasi yang kian mengkhawatirkan. Ia menyebutkan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, daratan Bali telah berkurang sekitar 40 km² akibat abrasi, sehingga diperlukan aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Penanaman mangrove ini adalah prioritas dan harus dilakukan secara masif dengan melibatkan semua komponen masyarakat. Ini langkah nyata menjaga Bali tetap lestari,” ujar Wayan Koster.
Gerakan ini dinilai sejalan dengan berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memperkuat perlindungan kawasan pesisir, baik di Bali Selatan maupun Bali Utara yang rentan terhadap abrasi.
Selain aspek lingkungan, Gubernur Koster juga menyoroti kontribusi besar Bali terhadap devisa negara dari sektor pariwisata. Ia menyebutkan, Bali menyumbang sekitar 55 persen devisa nasional atau mencapai Rp176 triliun, sehingga kelestarian alam menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya bagi daerah tetapi juga dunia.
“Kita harus menjaga Bali dengan sungguh-sungguh, karena perannya sangat besar bagi perekonomian nasional. Dunia juga berkepentingan terhadap kelestarian Bali,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan perkembangan pengelolaan sampah di Bali, khususnya terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Ia menargetkan penutupan TPA Suwung pada 1 Agustus 2026 serta penghentian pengiriman sampah organik sebagai bagian dari upaya transformasi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Wayan Koster dalam menjaga Bali. Ia menilai Koster sebagai sosok pemimpin yang konsisten mengawal regulasi demi kemajuan daerah.
“Bapak Wayan Koster adalah gubernur yang bekerja dengan hati dan sangat kuat dalam mengawal regulasi. Ke depan, kami juga mendorong agar penanaman mangrove tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Akmal Malik.
Gerakan penanaman mangrove ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Bali, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.

Tinggalkan Balasan