Wacanabali.com, Denpasar – Provinsi Bali menunjukkan capaian pembangunan yang positif sepanjang 2025. Berdasarkan data indikator makro pembangunan tahun 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah indikator utama Bali tercatat mengungguli Provinsi Jawa Barat, bahkan berada di atas rata-rata nasional dalam beberapa aspek.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Bali mencatat angka 5,82 persen, lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat sebesar 5,32 persen dan nasional 5,11 persen. Capaian ini menunjukkan pemulihan dan ekspansi ekonomi Bali yang relatif lebih kuat.

Pendapatan per kapita Bali juga tercatat sebesar Rp72,7 juta, lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat yang sebesar Rp59,9 juta. Namun demikian, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai Rp83,8 juta.

Baca Juga  Restorasi Besakih Dimulai, Koster Kembalikan Besakih ke Pakem

Dalam aspek pemerataan ekonomi, Bali mencatat Gini Ratio sebesar 0,333. Angka ini lebih rendah dibandingkan Jawa Barat (0,397) dan nasional (0,363), yang berarti tingkat ketimpangan pendapatan di Bali relatif lebih baik.

Persentase penduduk miskin di Bali tercatat 3,42 persen, menjadi yang terendah dibandingkan Jawa Barat sebesar 6,78 persen dan nasional 8,25 persen. Hal serupa terlihat pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), di mana Bali mencatat 1,45 persen—jauh lebih rendah dibandingkan Jawa Barat (6,66 persen) dan nasional (4,74 persen).

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali juga menunjukkan capaian yang menggembirakan dengan angka 79,37, lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat dan nasional yang sama-sama berada di angka 75,90.

Baca Juga  BPS Catat Bali Sebagai Provinsi dengan Angka Kemiskinan Terendah di Indonesia

Untuk indikator sosial lainnya, angka harapan hidup di Bali mencapai 75,46 tahun, sedikit di bawah Jawa Barat (75,53 tahun), namun masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional (74,47 tahun). Sementara itu, prevalensi stunting Bali tercatat sebesar 8,7 persen, menjadi yang terendah dibandingkan Jawa Barat (15,9 persen) dan nasional (19,8 persen).

Secara umum, data ini menunjukkan kinerja pembangunan Bali yang kompetitif secara nasional, dengan capaian kuat pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, rendahnya pengangguran, serta keberhasilan dalam menekan angka stunting dan ketimpangan pendapatan.