Wacanabali.com, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster, menekankan pentingnya penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas serta pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pengukuhan Kepala OJK Bali yang baru, Parjiman, di Kantor OJK Bali, Selasa (14/4/2026).

Dalam sambutannya, Koster menyebut kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di Bali. “Sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan Bank Indonesia harus terus diperkuat agar ekonomi Bali tetap tumbuh stabil dan inklusif,” ujarnya.

Ia memaparkan capaian positif ekonomi Bali yang tetap tumbuh meski tanpa dukungan sumber daya tambang. Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 5,82 persen dan menempati peringkat keempat secara nasional. Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 menembus 7,05 juta orang dengan kontribusi devisa pariwisata mencapai sekitar 55 persen dari total nasional.

Baca Juga  Tumpek Krulut, Koster Temani Anak Muda Ngopi

Meski demikian, Koster mengakui tingginya aktivitas pariwisata juga membawa tantangan serius seperti kemacetan, pengelolaan sampah, dan kebutuhan infrastruktur yang semakin meningkat. Ia berharap OJK dapat terus berperan aktif dalam mendukung penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.

“Peran OJK sangat penting dalam memastikan sektor keuangan tetap sehat sekaligus mendorong UMKM agar lebih berkembang dan berdaya saing,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyampaikan pesan pelestarian budaya Bali, termasuk pentingnya menjaga tradisi penamaan seperti Nyoman dan Ketut sebagai bagian dari identitas warisan leluhur yang harus tetap dijaga.

Melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan, Bali diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas sekaligus berkelanjutan di tengah dinamika global.

Baca Juga  Koster Dorong Pararem Anti Narkoba di Desa Adat, Perkuat P4GN di Bali